PORTALMEDIA.ID, MAROS – Hujan deras yang mengguyur Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Maros.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Maros menjadi salah satu lokasi yang terdampak, mengakibatkan delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) terjebak di dalam gedung tanpa bisa pulang.
Edy Wijaya, salah satu ASN Kemenag Maros, mengatakan bahwa mereka terpaksa bermalam di kantor karena kondisi jalan yang terendam air.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Mengintai, BPBD Sulsel Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
"Puncak banjir di kantor terjadi pada pukul 8 malam dan kembali naik pada pukul 3 dini hari," ujar Edy, Rabu (12/2/2025).
Mengantisipasi kemungkinan terburuk, pihak Kemenag Maros telah lebih dulu mengevakuasi dokumen-dokumen penting pada Selasa (11/2) siang dengan menaruhnya di tempat yang lebih tinggi.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Kantor Kemenag Maros, H. Muhammad, mengeluarkan imbauan kepada seluruh pegawai terkait kebijakan kerja selama bencana banjir berlangsung.
Baca Juga : BPBD Sulsel Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi Akhir Tahun
"Jika banjir sudah surut dan akses jalan bisa dilalui, ASN diharapkan tetap berkantor. Namun, jika kondisi belum memungkinkan, maka diberikan dispensasi untuk tidak masuk kantor pada Rabu, 12 Februari 2025," tulisnya dalam pernyataan resmi.
Selain itu, ASN yang rumahnya terdampak banjir diperbolehkan untuk bekerja dari rumah (WFH) hingga kondisi kembali normal.
"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan dan melindungi kita semua dari musibah ini," tutupnya.
Baca Juga : Mahasiswa Unhas Gagas "Megapolis Water Sensitive" untuk Atasi Krisis Air dan Banjir Perkotaan
Hingga hari ini, beberapa ASN Kemenag Maros masih berjaga di kantor untuk memastikan keamanan dokumen dan barang-barang penting, sambil menunggu air surut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
