PORTALMEDIA.ID, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian merespons adanya kepala daerah yang absen dalam pembekalan atau retret di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.
Tito menegaskan bahwa seorang kepala daerah hasil pemilihan umum memiliki tanggung jawab utama kepada rakyat, bukan partai politik.
"Kepala daerah kan dipilih oleh rakyat, dia harus bertanggung jawab kepada rakyat kembali, partai hanya kendaraan. Ketika dia terpilih, tanggung jawab nomor satu bukan ke partainya, tapi ke rakyat," kata Tito di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, 22 Februari 2025.
Baca Juga : Mendagri Minta Gubernur Tetapkan Upah Minimum Sebelum 24 Desember
Tito menegaskan, retret bertujuan untuk kepentingan daerah, bukan partai. Retret juga bertujuan untuk menyelaraskan visi dan memperkuat koordinasi pemerintah daerah dan pusat.
"Ini bermanfaat bukan untuk satu dua partai, tapi semua kepala daerah. Bukan posisi partainya, tapi posisi kepala daerahnya yang kita harapkan," lanjut Tito.
Maka dari itu, ketidakhadiran kepala daerah dalam retret tentu nantinya akan merugikan daerah yang dipimpin.
Baca Juga : Mendagri Ajak Kepala Daerah Urunan Bantu Korban Bencana, Sulsel Salurkan Rp1,5 Miliar
"Kegiatan orientasi kepala daerah ini sangat penting, bukan untuk kepentingan pusat, kepentingan daerah itu sendiri supaya rekan-rekan memiliki bekal yang cukup sebelum 5 tahun melangkah," tandasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News