PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sejumlah peserta aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM yang berakhir ricuh hingga diamankan aparat kepolisian di Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah dipulangkan.
Total ada delapan orang yang diamankan aparat kepolisian mereka dari kalangan mahasiswa dan masyarakat yang terlibat bentrok, pada Senin (5/9/2022) malam kemarin.
"Delapan orang kita amankan semalam. Kita panggil orang tuanya, kemudian kita kembalikan. Tapi tetap melaporkan karena akan dibina, wajib lapor Senin dan Kamis dan masih dalam pantauan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald TS Simanjuntak saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (6/9/2022).
Baca Juga : Stok BBM SPBU Swasta Mulai Langka, Operasional Shell di Bekasi Lumpuh Total
Kata Reonald, para pelaku rusuh itu diamankan karena berada di lokasi saat kericuhan berlangsung.
Terkait barang bukti senjata tajam jenis busur yang diamankan petugas para pelaku menepis bahwa senjata busur itu milik mereka.
"Jadi mereka ini duduk-duduk nonton. Yang ada busur itu ternyata dia temukan di situ (lokasi kericuhan), dia temukan dan ditangkap petugas, jadi bukan punyanya dia," ujarnya.
Saat diamankan para pelaku ini juga dilakukan tes narkoba, hasilnya semuanya negatif.
"Ada masyarakat biasa, terus ada yang mahasiswa, tapi kita sudah pulangkan, jadi diamankan aja. Kita juga sudah tes urin dan negatif semua," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News