PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Penarikan praktik pengalaman lapangan (PPL) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar dibalut nostalgia dosen pembimbing dengan para pimpinan lembaga tempat para mahasiswa menjalankan PPL.
Setelah 40 hari, sejumlah mahasiswa FDK UIN berhasil menyelesaikan proses PPL di dua tempat di Makassar. Yakni di Radio Venus FM dan lembaga kemasyarakatan Komisi Pemantau Legislatif(Kopel) Sulsel.
Penarikan mahasiswa PPL dihadiri langsung Ketua Jurusan (Kajur) Ilmu Komunikasi FDK UIN Alauddin Makassar, Dr. Asni Jamareng dan Andi Fadli.S.Sos.,M.Si sebagai dosen pembimbing.
"Terima kasih atas penerimaan yang luar biasa selama mahasiswa kami menjalankan PPL.Kami secara resmi menjemput mahasiswa KPI dan Ikom di radio venus,’’ kata Kajur Ikom.
Dosen pembimbing dari mahasiswa yang menjalankan PPL, Andi Fadli saat penarikan sejumlah mahasiswa di Radio Venus FM, ikut mengenang di masa dirinya masih aktif sebagai pewarta era tahun 90-an.
"Sekalian reuni, kami dulu sering diskusi waktu radio-radio di Makassar mencapai puncak jayanya kisaran akhir tahun 90 an," kata Andi Fadli.
Baca Juga : Menag Minta Sindikat Uang Palsu di UIN Makassar Dihukum Berat
Seketika suasana menjadi haru karena momen ini ibarat reuni dan nostalgia, sebab pimpinan Venus FM dan penyiar senior, Nila bersama sejumlah manager serta penyiar radio Citra Musik Indonesia ikut dalam pendiskusian dimana media radio pernah berada di puncak kejayaan.
Selain melakukan penarikan secara resmi, baik Nila maupun Fadli terlihat beberapa kali berdiskusi soal perkembangan radio sejak dulu hingga sekarang.
Pimpinan Radio Venus FM, Nila yang didampingi oleh sejumlah mananger dan penyiar radio citra music Indonesia ini mengatakan, mahasiswa Komunikasi UIN cukup memberi andil membantu mensukseskan beberapa program di Venus FM.
Baca Juga : Polisi Periksa Pengusaha dan Politisi Makassar Terkait Kasus Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin
" Mahasiswa cukup aktif dan terlibat dalam beberapa kegiatan. Bahkan sampai belajar membuat iklan dan secara bergantian siaran di studio,’’ ungkap Nila yang merupakan penyiar senior di Telstar dan Venus ini.
Di Radio Venus sendiri, mahasiswa yang melakukan praktek kerja lapang terdiri dari 3 mahasiswa Ilmu Komunikasi dan 3 mahasiswa dari Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam.
Sementara itu, penarikan mahasiswa PPL di Kantor Kopel Sulsel juga langsung di hadiri oleh Andi Fadli sebagai dosen pembimbing. Suasana serupa pun terulang.
Baca Juga : Oknum Pegawai UIN Alauddin Terlibat Sindikat Uang Palsu Langsung Dipecat Tidak Hormat
Sebab NGO yang beralamat di Jalan Batua salah satu pendirinya adalah Andi Fadli selaku dosen pembimbing mahasiswa yang menjalankan PPL.
Ketua yayasan Kopel Sulsel, Herman dan sejumlah manager program turut hadir dalam penarikan 2 mahasiswa PPL."Selamat datang pendiri Kopel," ungkap Herman kepada Andi Fadli.
Andi Fadli merupakan salah satu dewan pendiri Kopel tahun 2000, namun memilih non aktif setelah bergabung dengan media nasional di Jakarta waktu itu.
Baca Juga : Kapolda Sulsel Ungkap Sindikat Uang Palsu, Direncanakan Digunakan di Pilkada Barru
Penarikan mahasiswa PPL di Kantor Kopel juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus nostalgia mengenang masa perjuangan mendirikan LSM yang konsen dalam isu demokrasi ini.
Menurut Andi Fadli sebagai dosen pembimbing PPL, mengapresiasi NGO Kopel yang sudah sangat berkembang sejak awal berdirinya."Saya terima kasih mewakili pimpinan fakultas sudah menerima mahasiswa kami PPL di tempat ini. Secara resmi kami menjemput adek mahasiswa,’’ ujar mantan jurnalis Trans TV ini.
Ia menambahkan mahasiswa KPI UIN yang melakukan PPL di Kopel dapat kembali melakukan aktivitas, jika pimpinan NGO ini tetap memberikan ruang.
"Meski secara resmi selesai PPL, mahasiswa KPI UIN tetap boleh datang ke tempat ini. Dulu LSM ini didirikan oleh dosen kalian,"kunci Herman yang merupakan peneliti dan pimpinan Kopel Sulsel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News