0%
Kamis, 17 April 2025 18:29

Serapan Gabah Capai 145 Persen, Bulog Makassar Pastikan Petani Tak Merugi

Editor : Alif
Serapan Gabah Capai 145 Persen, Bulog Makassar Pastikan Petani Tak Merugi
ist

Mengantisipasi lonjakan volume panen, Bulog juga menyiapkan tambahan kapasitas penyimpanan.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR — Perum Bulog Kantor Cabang Makassar menunjukkan kinerja impresif sepanjang masa panen awal 2025. Hingga Rabu (16/4/2025), Bulog telah menyerap 41.118 ton gabah petani, jauh melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar 28.350 ton.

Pemimpin Cabang Bulog Makassar, Karmila Hasmin Marunta, menyebutkan capaian tersebut menandakan serapan telah mencapai 145 persen dari target, dan angkanya masih terus meningkat seiring berlanjutnya musim panen.

“Ini menjadi bukti komitmen kami dalam melindungi petani. Panen masih berlangsung, dan kami pastikan proses serapan terus berjalan tanpa hambatan,” ujar Karmila, Kamis (17/4/2025).

Baca Juga : Bulog Pastikan Pasokan dan Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan

Serapan ini terkonsentrasi di lima wilayah sentra produksi padi: Takalar, Gowa, Maros, Pangkep, dan Kota Makassar.

Puncak panen terjadi pada pekan kedua April, dan meskipun produksi diperkirakan menurun di akhir bulan, Bulog tetap menargetkan serapan hingga 20 persen dari total panen di tiap daerah.

Untuk menjamin kesejahteraan petani, Bulog Makassar mematuhi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sesuai regulasi terbaru Badan Pangan Nasional.

Baca Juga : Titiek Soeharto Kritik Keras Bapanas Soal Penumpukan Stok Beras di Bulog

Harga Gabah Kering Panen (GKP) dibeli Rp6.500 per kilogram, sedangkan beras dengan standar mutu nasional diserap dengan harga Rp12.000 per kilogram.

“Penugasan ini adalah amanat langsung dari Presiden. Kami tidak ingin ada petani yang rugi karena panen berlimpah,” tegas Karmila.

Mengantisipasi lonjakan volume panen, Bulog juga menyiapkan tambahan kapasitas penyimpanan.

Baca Juga : Pegadaian Siap Salurkan Beras SPHP Bersama Bulog

Selain memaksimalkan gudang eksisting, Bulog telah menyewa gudang baru di kawasan PT KIMA dan akan menambah daya tampung hingga 10 ribu ton pada pekan depan.

“Kami pastikan tidak ada bottleneck. Semua hasil panen petani akan kami tampung. Soal penyimpanan, sudah ada solusi,” jelasnya.

Langkah agresif ini disebut Karmila sebagai bagian dari strategi nasional menjaga stabilitas pangan dan mendukung ketahanan pangan di tengah tantangan iklim dan logistik.

Baca Juga : Harga Beras Naik, KPPU Soroti Peran Strategis Bulog di Pasar

“Gabah petani terserap, logistik aman, ketahanan pangan tetap terjaga — itulah fokus utama kami,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer