0%
Senin, 05 Mei 2025 20:49

Makassar Butuh Pariwisata yang Membumi, Munafri Tekankan Pemerataan Program

Editor : Alif
Makassar Butuh Pariwisata yang Membumi, Munafri Tekankan Pemerataan Program
ist

Ia mengkritik pendekatan birokrasi yang cenderung menjadikan pemerintah seperti event organizer.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa setiap program pemerintah harus berdampak langsung pada masyarakat dan tidak semata mengedepankan tampilan luar yang mengesankan.

Penegasan ini disampaikannya dalam kegiatan monitoring dan evaluasi Dinas Pariwisata di Balai Kota Makassar, Senin (5/5/2025).

“Program pemerintah jangan hanya bagus dari luar, tapi harus menyentuh dan mengubah kehidupan masyarakat, terutama di sektor ekonomi,” kata Munafri.

Baca Juga : Pasang Papan Penanda, Pemkot Makassar Tegaskan Status Aset Fasum di Perumnas Sudiang

Ia mengkritik pendekatan birokrasi yang cenderung menjadikan pemerintah seperti event organizer. Menurutnya, peran utama pemerintah adalah mendukung kreativitas masyarakat, bukan mengambil alih atau sekadar menggelar kegiatan seremonial.

“Kalau warga punya ide, beri mereka ruang. Pemerintah cukup jadi fasilitator,” ujarnya tegas.

Munafri juga menyoroti pengelolaan kawasan wisata, khususnya Anjungan Pantai Losari. Ia menilai Losari, sebagai ikon kota, belum memberikan pengalaman yang layak bagi wisatawan.

Baca Juga : Diperkuat Putusan MA, Pemkot Makassar Segera Tertibkan Bangunan Liar di Lahan Kompleks Pemda Manggala

“Semua orang tahu Losari, tapi yang mereka temui justru penjual kaus kaki. Ini perlu dibenahi agar sesuai dengan citra Makassar sebagai kota besar,” ungkapnya.

Ia mendorong adanya konsep besar yang mampu menyajikan pengalaman khas di lokasi-lokasi strategis, bukan hanya menarik secara visual tapi juga bermakna secara ekonomi dan budaya. Dalam hal ini, ia mengingatkan pentingnya skema perawatan jangka panjang pada tiap program pembangunan.

“Jangan bangun dulu lalu bingung pelihara. Kalau tidak mampu, pindahkan ke dinas lain. Yang penting tetap berjalan,” ucapnya.

Baca Juga : Optimalkan Fungsi Aset, Pemkot Makassar Tawarkan Skema Relokasi bagi Pedagang Pasar Hobi

Dalam konteks tata kelola, Munafri menekankan pentingnya menghapus ego sektoral antar perangkat daerah. Ia mengajak semua pihak bekerja dalam sinergi, mengingat kesuksesan satu dinas adalah kesuksesan seluruh kota.

“Kita bukan lembaga otonom. Semua harus terintegrasi sesuai aturan. Jangan jalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar pengembangan pariwisata tidak hanya terpusat di kawasan elit. Menurutnya, kawasan seperti Ujung Tanah dan Jalan Titang punya potensi kuliner dan budaya yang bisa menjadi destinasi wisata unggulan.

Baca Juga : Wali Kota Appi Apresiasi Inovasi Urban Farming di Tammua, Terintegrasi dengan Sentra Tukar Sampah

“Program kita harus membumi. Jangan hanya fokus di pusat, tapi sentuh juga daerah yang selama ini luput dari perhatian,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Makassar, M. Roem, memaparkan sejumlah program prioritas untuk mendukung visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, di antaranya pengembangan industri kreatif, Makassar Creative Hub, dan pembangunan kawasan wisata mangrove di pesisir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar