0%
Minggu, 11 Mei 2025 17:17

Panasonic Umumkan PHK Massal 10 Ribu Karyawan Demi Efisiensi Global

Editor : Alif
Panasonic Umumkan PHK Massal 10 Ribu Karyawan Demi Efisiensi Global
ist

Pemangkasan ini setara dengan sekitar 4?ri total tenaga kerja global Panasonic yang mencapai hampir 230.000 orang.

PORTALMEDIA.ID – Perusahaan teknologi raksasa asal Jepang, Panasonic, mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 10.000 karyawan secara global sebagai bagian dari langkah restrukturisasi besar-besaran untuk menghadapi tekanan bisnis dan menyesuaikan diri dengan dinamika pasar terkini.

Pemangkasan ini setara dengan sekitar 4% dari total tenaga kerja global Panasonic yang mencapai hampir 230.000 orang. Langkah ini akan diterapkan secara bertahap sepanjang tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026.

Menurut keterangan resmi perusahaan yang dirilis Minggu (11/5/2025), keputusan ini diambil untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat fondasi keuangan perusahaan di tengah pelemahan ekonomi global serta menurunnya permintaan untuk produk-produk unggulan, termasuk baterai kendaraan listrik.

Baca Juga : Lonjakan PHK, 35 Ribu Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan ke BPJS Ketenagakerjaan

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efisiensi setiap unit bisnis, terutama pada divisi penjualan dan unit non-produksi,” tulis manajemen Panasonic, sebagaimana dikutip dari AFP.

“Peninjauan ini akan menentukan jumlah organisasi dan sumber daya manusia yang benar-benar diperlukan.”

Dari total 10.000 karyawan yang akan terdampak, sekitar 5.000 di antaranya berasal dari kantor dan fasilitas Panasonic di Jepang, sementara sisanya tersebar di berbagai negara sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan setempat.

Baca Juga : Prabowo Teken Regulasi Baru, Buruh Korban PHK Dapat 60 Persen Gaji Selama Enam Bulan

Panasonic, yang menjadi salah satu pemasok utama baterai untuk Tesla, juga mengelola bisnis di sektor energi, otomotif, dan teknologi rumah tangga. Perusahaan menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan strategi reformasi manajemen yang telah dipaparkan sejak Februari lalu.

Tujuan dari reformasi tersebut adalah mendorong peningkatan keuntungan operasional hingga mencapai 150 miliar yen, atau sekitar 1 miliar dolar AS.

Namun, laporan keuangan terbaru menunjukkan tekanan berat yang dihadapi perusahaan. Untuk tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2025, Panasonic mencatat penurunan laba bersih sebesar 17,5%, menjadi 366 miliar yen. Perusahaan juga memproyeksikan penurunan laba hingga 15% dan penjualan turun sekitar 8% pada tahun berikutnya.

Baca Juga : Bank Raksasa Ini Bakal PHK 3.900 Karyawan

Penurunan permintaan terhadap kendaraan listrik (EV) menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kinerja Panasonic. Sementara itu, dampak dari kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat terhadap kinerja perusahaan masih dalam tahap evaluasi.

Dalam wawancara sebelumnya dengan Nikkei, CEO Panasonic Holdings Yuki Kusumi menyebut PHK sebagai keputusan berat namun tak terelakkan.

“Untuk tetap kompetitif secara global, pengurangan tenaga kerja menjadi langkah yang diperlukan,” ujar Kusumi.

Baca Juga : Wamenpan RB: Perintah Presiden Prabowo Agar Tidak Ada PHK Massal

Dia juga menekankan bahwa selama masa pertumbuhan, Panasonic selalu berupaya memperluas lapangan kerja, namun kini perusahaan harus menyesuaikan diri dengan kenyataan baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar