0%
Jumat, 09 September 2022 23:47

Inspiratif: Musdalifah, IRT 5 Anak, Peraih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude

Editor : Rasdiyanah
Musdalifah (kerudung hitam) saat menjalani Ujian Promosi Doktor. Foto: dok
Musdalifah (kerudung hitam) saat menjalani Ujian Promosi Doktor. Foto: dok

Sosok inspiratif muncul dari dunia pendidikan. Seorang ibu dari 5 orang anak, bernama Musdalifah berhasil menyelesaikan pendidikan S3-nya dan meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude di tengah-tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga (IRT).

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Di tengah kesibukannya sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT), tak menyurutkan semangat Musdalifah untuk melanjutkan pendidikan.

Bahkan, perempuan kelahiran Ujung Pandang, 30 Agustus 1990 silam ini, mampu menunjukkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Doktor Ilmu Pendidikan dan Keguruan dengan predikat cumlaude. 

Perjuangannya yang inspiratif, sebab mampu membuktikan di tengah kesibukan kesehariannya mengurusi lima orang anak, Ia mampu menyelesaikan pendidikan sampai jenjang tertinggi atau tingkat doktoral (S3).

Musdalifah menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar atau UINAM. Ia mengambil Konsentrasi Ilmu Pendidikan dan Keguruan, dengan disertasi Pengembangan Media Online RUANG KONSELINGKU dalam Layanan Konseling Islami Peserta Didik di SMA Athirah Makassar.

Tak hanya meraih gelar doktor dan predikat cumlaude, Musdalifah bahkan lulus dengan waktu penyelesaian studi hanya 2 tahun 6 bulan 2 hari. Ia tercatat menjadi tercepat kedua dari seluruh angkatannya.

Musdalifah bercerita, tidak mudah baginya menyelesaikan studinya, berbagai dinamika kehidupan berderet-deret datang di sela-sela fokusnya dalam menyusun dan menyelesaikan disertasinya.

"Bahkan awal semester kuliah, saya harus kehilangan sosok ayah tercinta untuk selama-lamanya, beliau juga yang menjadi inspirasi saya dalam melanjutkan studi dan menyelesaikan studi ini," kisahnya.

Tak sampai di situ, selang beberapa bulan setelah ayahnya meninggal, suaminya harus menjalani operasi besar sebanyak 3 kali dikarenakan retina pada matanya terlepas, butuh waktu berbulan-bulan mendampingi suami hingga pemulihan selesai.

Musdalifah melanjutkan, saat pandemi Ia juga sempat merintis dan menjalani usaha jualan kue kering dan Frozen food secara online. 

"Tidak hanya itu, selama proses penyelesaian studinya saya sempat melahirkan sebanyak 2 kali. Selain mengurus suami yang dalam proses pemulihan, saya juga mengurus anak sendiri tanpa ART (asisten rumah tangga) yang empat di antaranya masih balita," imbuhnya.

Peran Orang Terdekat

Tambah dia, kesuksesan di bidang akademik tak lepas dari peran orang terdekatnya seperti suami, keluarga, saudara dan sahabatnya. Terutama Ibunda tercinta yg menjadi alasan kuat untuk sesegera mungkin menyelesaikan studinya dan meraih gelar doktor. 

"Jika sosok ayah saya sebagai inspirasi untuk melanjutkan studi dalam Program S3, maka ibu saya yang menjadi alasan kuat untuk harus bisa selesai secepat mungkin. Sebab saya takut jika seandainya ibu saya tidak ada di samping saya saat sidang promosi," sebutnya.

Musdalifah juga berpesan dalam mengejar mimpi dan cita-cita carilah sosok terkuat yang menjadi sebab dan alasa untuk dapat meraihnya.

"Juga berpikir dan bermanfaatlah bukan hanya untuk diri sendiri, tapi bermanfaat buat keluarga dan orang di sekitar, jangan jadikan kondisi dan bebanmu saat ini untuk berhenti mengejar mimpi," ujarnya.

"Masing-masing manusia memiliki ujian hidup yang berbeda beda, terus berproses dan fokuslah pada garis finishnya, hingga tak terasa kemenangan tinggal selangkah," sambung Musdalifah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar