Dulu, katanya, jika melakukan pengisian BBM, Rp10.000 sudah bisa menjangkau jarak rumahnya ke Makassar, pulang pergi.
"Sekarang harus paki mengisi Rp20.000 supaya cukup kasian," ucapnya memelas
Dulu Mensejahterakan Driver, Sekarang Mensejahterahkan Kantor
"Dulu, waktu pertama jadi driver, saya biasa dapat penumpang banyak dan bonusnya sampai Rp200 ribu per hari," ucap Nawir.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Perjuangkan Akses Laut dan Dermaga Pulau di Kemenhub
Setiap harinya, ia berangkat dari rumah yang terletak di kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa pukul 09.00 menuju Makassar. Biasanya Nawir akan mangkal di depan Mall Panakkukang atau Boulevard. Katanya, di sanalah tempat paling baik mendapat penumpang.
"Saya bisa menerima notifikasi pesanan banyak jika menemukan titik atau lokasi strategis," bebernya.
Sejak saat itu, Nawir yakin, jika dirinya bisa sejahtera tanpa harus kerja kantoran seperti kebanyakan orang.
Baca Juga : Kurangi Risiko Kecelakaan, Kemenhub Ajak Pemudik Gunakan Motis 2025
Namun, siapa sangka. Kondisi alam berkata lain, hadirnya virus corona menuntut semua masyarakat untuk beraktivitas di rumah. Ibaratnya bagai makan buah simalakama.
"Waktu tahun 2020 itu, saya sangat kesusahan. Pengorder kurang. Terus bonus dari aplikasi juga sudah tidak ada. Tambah susah," bebernya sambil menghela nafas panjang.
Untungnya, di tahun 2021 kondisi sudah membaik sehingga pengorder lewat makanan semakin banyak. Di situlah Nawir sedikit lega. "Alhamdulillah, karena banyak yang pesan makanan. Keuntungan kudapat dari situ. Tapi, bonus tetap tidak ada," lanjutnya.
Baca Juga : Badan Kebijakan Transportasi Keluarkan 4 Rekomendasi Atasi Mahalnya Tiket Pesawat
Walau demikian, Nawir tetap merasa bahagia. Setidaknya orderan lewat aplikasi lancar, ia masih bisa bersemangat untuk mencari uang menghidupi kedua orang tuanya yang sudah renta.
Dalam sehari, Nawir bisa mendapat pesanan hingga 6 orderan. Menurutnya, itu sudah cukup untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari.
"Biasanya dapat enam atau tujuh pengorder. Dalam satu kali order saya bisa dapat Rp6.400. Kalau dikali 7, yah lumayan. Bisa beli bensin sama uang makan untuk di rumah," terangnya.
Baca Juga : Kemenhub Tegur Keras Garuda Indonesia
.
.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

