PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional yang jatuh pada tanggal 8 September, Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar acara 'Menilik Jejak Aksara Lagaligo'.
Acara yang dilakukan secara daring ini menghadirkan narasumber Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando, Ketua Kerajaan Adat Nusantara sekaligus Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari dan Ketua Komunitas Budaya Bone, Andi Iwan Paomi.
Ketua Bidang Organisasi PW IPM Sulsel, Febriansya DS Making mengatakan momentum dialog peringatan hari literasi menjadi refleksi bersama dalam memahami budaya Sulsel sendiri..
Baca Juga : DPRD Sulsel dan Pemprov Bahas Kejelasan Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan
“Kita harus berbangga teman-teman, sebagai masyarakat Sulse karena kita diakui dunia,” ujarnya, Minggu (11/9/2022).
Ia menambahkan, Lagaligo mengandung nilai-nilai karakter masyarakat Sulsel, maka dari itu pemahaman terhadap budaya khususnya aksara lagaligo harus bisa dipahami secara bersama khusunya kader IPM Sulsel dan masyarakat secara umum.
Kepala Perpusnas, Syarif Bando menjelaskan Lagaligo merupakan simbol bahasa dan tata krama masyarakat Sulsel, oleh karenanya harus menjadi kepribadian masyarakat.
Baca Juga : DPRD Sulsel Soroti Team Leader Paket Irigasi Multiyears 2025–2027
Putra Enrekang itu menerangkan nilai-nilai budaya yang tercantum dalam aksara lagaligo sangat dikagumi bangsa lain.
“Kita wujud dari budaya dan bahasa kita, kita tidak bisa disimbolisasi dari bangsa lain. Begitu bangsa lain melihat masuk dalam komunitas kita, dia terkagum,” papar Syarif.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan dialog itu, pihaknya berharap bisa bekerjasama dengan kegiatan-kegiatan IPM berikutnya.
Baca Juga : Audiensi ke DPRD Sulsel, Petugas Irigasi Pertanyakan Kejelasan Status Kepegawaian
“Saya senang sekali dengan kegiatan ini, saya berhadap ke depannya kita bisa bekerja sama di kegiatan berikutnya,” katanya.
Terakhir, ia berpesan kepada seluru elemen masyarakat, melalui pengetahuan dan aksara di Sulsel semua pihak bertugas mencerdaskan anak bangsa.
“Apapun profesi dan jabatan kita, maka tugas kita adalah mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News