0%
Senin, 12 September 2022 10:29

Partai Berkarya Bersuara Terkait Sentilan Bjorka Kaitkan Kasus Munir dengan Muchdi PR

Editor : Rasdiyanah
Foto: dok detik/twitter
Foto: dok detik/twitter

Sekjen Partai Berkarya angkat suara terkait sentilan hacker Bjorka yang mengaitkan Ketua Partainya, Muchdi PR dalam kasus kematian aktivis HAM Munir.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Peretas atau hacker Bjorka dalam akun Twitter miliknya @bjorkanism merilis informasi yang diklaim sebagai hasil retasan terbarunya, terkait dalang pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib.

Bjorka menyebut, Ketua Umum Partai Berkarya, Muchdi Purwopranjono alias Muchdi PR adalah sosok dalang pembunuhan berencana Munir.

Menanggapi hal itu, Sekjen Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang mengatakan hal serupa juga pernah terjadi lima tahun lalu menjelang Pemilu 2019. Kini isu keterlibatan Muchdi PR dalam kasus kematian Munir kembali muncul.

Baca Juga : Desa Bonto Jai Jadi Pilot Project Desa Sadar Hukum di Bantaeng

“Waktu itu (jelang Pemilu 2019) menyorot kehadiran Pak Muchdi PR dan Polycarpus di Partai Berkarya. Selaku Sekjen saat itu saya membantah dan pasang badan,” kata Badaruddin dalam keterangan persnya, yang dikutip dari liputan6, Senin (12/9/2022).

Menurut Badaruddin, pengadilan dan secara hukum sudah memberi putusan, baik Muchdi PR dan Polycarpus. Mereka sudah diperiksa dan menjalani proses dan terbukti sudah bebas secara hukum. Dia pun yakin, isu yang hadir saat ini perlahan akan sirna.

“Lama-lama isu itu hilang dengan sendirinya. Saat ini muncul lagi, entah skenario apa lagi,” katav Badaruddin heran.

Berkait Dinamika Partai Berkarya

Baca Juga : Ganjar Tanya Prabowo Soal Makam Aktivis yang Diculik Tahun 1998

Badaruddin meyakini, kembali dimunculkannya isu kematian Munir berkait dengan partainya. Diketahui, Partai Berkarya saat ini tengah disorot karena tidak lolos pendaftaran di KPU dan terdapat dinamika internal yang tak kunjung usai.

“Kader lagi galau menunggu kepastian dan Ketum kami lagi berjuang bagaimana partai ini bisa eksis di Pemilu 2024, minimal jadi pengusung capres dari PT 25 persen jalur suara nasional hasil Pemilu 2019 jika tak ada peluang ikut Pileg 2024,” jelas dia.

Badaruddin pun mengajak publik agar sengkarut kasus kematian Munir diserahkan kembali ke negara saja. Sebab ketua umum partainya, Muchdi PR, sudah terbukti tidak terlibat oleh pengadilan dan sudah dibebaskan.

Baca Juga : Prabowo Bosan Selalu Ditanya Soal Isu Pelanggaran HAM Setiap Pilpres

“Isu ini tidak ada hubungannya dengan Partai Berkarya dan Ketum Muchdi PR tidak pernah membawa isu ini ke partai karena kasus ini sudah lama dan selesai sebelum Partai Berkarya lahir di tahun 2016,” tegas Badaruddin.

“Adanya hacker Bjorka membuka ke publik lagi pasti ada niat di balik itu. Entah mau menutupi isu ter-update sekarang atau sekedar isu jelang pemilu lima tahunan. Wallahu 'alam. Lama lama juga akan hilang dengan sendirinya,” yakin dia menandasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar