PORTALMEDIA.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan peringatan keras terhadap praktik curang dalam industri beras, terutama pengoplosan beras berkualitas rendah yang dikemas ulang sebagai beras premium.
Dalam pidatonya saat peluncuran program Kopdes Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025), Prabowo menyebut praktik tersebut sebagai bentuk penipuan sekaligus pengkhianatan terhadap negara.
Ia mengungkapkan telah menerima laporan bahwa beras biasa diberi label premium dan dijual dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), merugikan masyarakat luas.
Baca Juga : Prabowo Gandeng Kampus Inggris, Indonesia Akan Bangun 10 Universitas Baru
"Saya perintahkan Kapolri dan Jaksa Agung untuk mengusut dan menindak pelakunya. Kalau mereka mau kembalikan uang Rp100 triliun, silakan. Tapi kalau tidak, saya akan sita penggilingan-penggilingan padi yang brengsek itu," tegas Prabowo.
Presiden menyebut kerugian negara akibat praktik ini sangat besar, mencapai Rp100 triliun per tahun. Ia pun menegaskan bahwa negara memiliki dasar hukum untuk mengambil alih aset-aset milik pelaku yang terbukti merugikan kesejahteraan rakyat.
"Ini pidana. Dan saya sudah diskusi dengan Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung. Negara bisa ambil alih aset mereka. Saya akan serahkan penggilingan-penggilingan itu ke koperasi agar dikelola demi rakyat," kata Prabowo.
Baca Juga : Prabowo Terbang ke London untuk Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia–Inggris
Pernyataan tegas ini muncul setelah Kementerian Pertanian (Kementan) menemukan pelanggaran serius dalam distribusi beras. Dari pengecekan terhadap 268 merek beras yang tersebar di 10 provinsi produsen utama, ditemukan bahwa 85 persen di antaranya tidak sesuai dengan standar mutu.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, pengecekan dilakukan setelah pemerintah melihat anomali harga: harga beras di tingkat petani dan penggilingan menurun, namun harga di pasar justru naik signifikan.
“Ini kami analisa karena satu hingga dua bulan terakhir terjadi penurunan harga di tingkat petani dan penggilingan. Tapi justru di tingkat konsumen, harga beras melonjak. Itu yang kami curigai, dan setelah dicek, ternyata banyak yang oplosan,” jelas Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta.
Baca Juga : DPR Sebut Kunjungan Prabowo ke IKN Jadi Pesan Politik Penting
Dengan temuan ini, pemerintah pusat menegaskan tidak akan membiarkan praktik curang yang menyengsarakan rakyat terus berlangsung.
Presiden Prabowo juga menyerukan agar seluruh aparat penegak hukum bertindak tegas untuk menuntaskan persoalan ini demi menjaga stabilitas ekonomi dan keadilan sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News