PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyesalkan aksi pemukulan yang menimpa petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar saat menjalankan tugas mengatur lalu lintas.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Metro Tanjung Bunga, kawasan gedung Celebes Convention Center (CCC) Makassar, Minggu 10 Agustus. Insiden pemukulan diketahui dilakukan oleh pelaku yang teridentifikasi sebagai Juru Parkir (Jukir) liar.
Menurut informasi, peristiwa bermula ketika petugas Dishub menegur pelaku karena memarkir kendaraan di badan jalan. Teguran tersebut justru dibalas dengan amarah dan kekerasan.
Baca Juga : Lewat Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi
Menanggapi hal itu, Munafri meminta agar pihak kepolisian menindak tegas Jukir liar yang melakukan pemukulan dan memberikan efek jera.
“Atas kejadian ini, saya sudah meminta Kapolrestabes untuk menindak tegas. Tidak boleh ada pembiaran. Jangan sampai hari ini ditangkap, besok sudah keluar lagi, lalu mengulangi perbuatannya. Harus ada efek jera,” ujarnya, Senin (11/08/2025).
Ia juga menegaskan, petugas Dishub bekerja mewakili negara untuk menegakkan aturan dan menertibkan pelanggaran. Oleh karena itu, tindakan kekerasan terhadap mereka sama saja melawan hukum dan merusak tatanan.
Baca Juga : Menjelang Setahun Kepemimpinan MULIA, Makassar Raih UHC Award 2026
“Negara ini punya hukum dan aturan yang harus diikuti. Masa orang yang bekerja memperbaiki pelanggaran justru diserang oleh pihak yang hanya ingin memanfaatkan fasilitas secara komersial semaunya. Tidak bisa begitu,” tambahnya.
Munafri juga meminta pihak kepolisian memaksimalkan proses hukum terhadap pelaku, karena menurutnya, tindakan pemukulan tersebut tergolong respon brutal.
Ia menyebut Pemkot bersama Dinas Perhubungan, PD Parkir, dan Satpol PP akan melaksanakan operasi penertiban juru parkir liar, yang juga akan dibackup TNI-Polri.
Baca Juga : Kunjungi Kantor Kemenlu, Wali Kota Munafri Perkuat Diplomasi Pariwisata dan Maritim Lewat Kolaborasi
“Karena kejadiannya sudah seperti ini, operasi akan melibatkan TNI dan Polri agar masalah ini benar-benar tuntas,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News