PORTALMEDIA.ID - Sebentar lagi umat Muslim akan merayakan Idul Adha yang ditandai dengan pemotongan hewan kurban, baik sapi maupun kambing.
Daging kurban tersebut kemudian dibagikan pada masyarakat sekitar atau orang yang membutuhkan, dan sebagian menjadi hak bagi yang berkurban
Tapi banyak yang bingung dan dilema karena tidak bisa mengonsumsi daging dengan alasan berbagai penyakit, salah satunya yang paling terbayang adalah ancaman kolesterol.
Baca Juga : Jalan Kaki vs Lari, Mana yang Lebih Sehat?
Namun, ada solusi bagi yang tetap ingin menikmati daging kurban dengan aman, tanpa harus khawatir dengan kolesterol.
Penasaran seperti apa memasak daging kurban untuk penderita kolesterol? Berikut adalah langkah istimewanya, seperti dikutip dari laman nova.grid.id:
- Pilihlah bagian daging yang mengandung sedikit lemak.
Potongan daging sapi tanpa lemak terdapat di pinggang, paha, dan has luar (sirloin). Sementara pada daging domba terdapat di kaki, lengan, dan pinggang. - Selanjutnya untuk berjaga-jaga, potong semua lemak yang terlihat dari daging sebelum dimasak.
- Untuk menghindari risiko kolesterol, daging kurban lebih baik dipanggang daripada digoreng.
- Gunakanlah bumbu sehat dari bahan-bahan alami dan usahakan untuk menghindari penggunaan minyak yang terlalu banyak.
- Perlu diingat bahwa jangan mengolesi mentega. Gunakan minyak sehat untuk mengolesi permukaan daging.
- Suhu untuk memanggang berkisar antara 300–425 °F (149–218 °C) dan waktu memasak dapat bervariasi dari 30 menit hingga satu jam atau lebih, tergantung pada jenis dan potongan daging.
- Jika ingin mengolah daging menjadi semur, cobalah simpan daging seharian di dalam lemari es sebelum dimasak. Ini karena saat daging dingin, lemak yang ada di dalamnya mengeras di bagian atas.
- Bila tetap ingin menggoreng daging kurban, gunakan minyak yang sehat, gunakan lebih banyak minyak zaitun, minyak bunga matahari dan minyak canola untuk memasak daripada mentega.
Minyak goreng ini merupakan sumber asam lemak tak jenuh yang sangat baik yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan jantung. Sementara minyak zaitun adalah sumber tak jenuh tunggal yang baik, minyak nabati murni seperti minyak bunga matahari mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News