0%
Kamis, 14 Agustus 2025 21:34

Pertanian Organik dan Prinsip Berkelanjutan Petani Morowali

Penulis : wiwi amaluddin
Editor : Redaksi
Pertanian Organik dan Prinsip Berkelanjutan Petani Morowali
ist

Padi organik adalah jenis padi yang dibudidayakan tanpa menggunakan bahan kimia sintetis seperti pestisida, herbisida, dan pupuk buatan.

PORTALMEDIA.ID, MOROWALI Hamparan sawah subur tampak di sepanjang Desa Ululere, Bungku Timur, Morowali. Bukan sekadar sawah, wilayah yang sering dilewati warga ini, ternyata ditanami padi organik.

Padi organik adalah jenis padi yang dibudidayakan tanpa menggunakan bahan kimia sintetis seperti pestisida, herbisida, dan pupuk buatan.

Sebagai gantinya, metode organik menggunakan bahan alami seperti pupuk kompos dan kandang, serta teknik alami untuk mengendalikan hama. Budidaya padi organik juga berfokus pada pelestarian benih lokal, pengembangan pupuk organik, dan pengelolaan ekosistem yang seimbang. 

Baca Juga : Produksi Saprolit Bahodopi Melejit 90 Persen, PT Vale Tatap Optimisme di 2026

Pertanian organik di Morowali, mulai dikembangkan oleh PT Vale Indonesia melalui program pertambangan berkelanjutan dengan  membentuk petani binaan program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) dengan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik.

Head of Bahodopi Project PT Vale, Wafir, mengatakan, pertanian organik menjadi salah satu program andalan PT Vale untuk bergerak bersama masyarakat serta pemerintah yang bersifat jangka panjang dan tidak bergantung pada industri tambang. Hal itu diharapkan dapat mendorong masyarakat hidup sejahtera dan mandiri serta tangguh di masa depan.

Baca Juga : Kinerja Solid 2025: Laba Bersih PT Vale Melonjak 32 Persen di Tengah Tantangan Pasar

"Kami ingin membawa dampak positif di wilayah kami beroperasi. Hal ini sejalan dengan visi perseroan yang senantiasa hadir untuk meningkatkan kualitas hidup,"kata Wafir.

"Program pertanian organik ini digodok untuk kemandirian dan ketangguhan para petani di Morowali agar tidak bergantung pada sektor pertambangan tapi menopang kebutuhan pangan industri serta lebih resilien menghadapi tantangan global di masa mendatang,"tambahnya.

Pertanian Organik Hasilkan Puluhan Juta Setiap Panen

Baca Juga : Dukung Asta Cita Presiden dan SDGs Ketahanan Pangan, PT Vale Panen Bersama Demplot Padi Berkelanjutan di Kolaka

Petani Asal Uluere, Rudin mengaku bisa mendapatkan sekitar Rp 25 juta setiap panen dengan lahan seluas setengah hektare.

"Jika dikalkulasikan pendapatan bulanan, saya bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp 8 juta per bulan dengan luas lahan yang saya miliki,"katanya kepada Portalmedia.id, Rabu (13/8/25).

Rudin awalnya tidak percaya dengan sistem pengelolaan pertanian organik yang hanya menanam satu benih saja. Namun, setelah mengikuti pelatihan dan paham caranya, tarnyata sistem pertanian organik sangat menguntungkan bagi petani.

Baca Juga : Gempuran Tekanan Global Tak Surutkan Langkah, PT Vale Sukses Cetak Penjualan Fantastis di Awal 2026

"Sistem organik lebih menguntungkan, dari segi biaya, harga jual beras organik juga lebih tinggi dan lebih laris dibanding dengan beras non organik,"ungkap Rudin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer