Awalnya Diragukan, Sekarang Menguntungkan
Dari sebuah keraguan, Rudin membuktikan bahwa sostem pertanian organik PT Vale Indonesia sangat menguntungkan para petani.
Baca Juga : Produksi Saprolit Bahodopi Melejit 90 Persen, PT Vale Tatap Optimisme di 2026
"Saya awalnya diragukan banyak orang. Dikatakan akan gagal. Tapi saya percaya diri, dan tidak memperdulikan teriakkan petani konvensional yang kadang bertanya Dimana pupuk pemerintah, dimana pupuk Urea, bantuan, kami tidak seperti itu lagi, kami semakin tersenyum melestarikan pertanian organik,"kata Rudin.
Berkat pertanian organik, sawah yang dimiliki Rudin berkelanjutan dengan lahan yang awalnya tidak genap 1 hektare, kini menjadi 6 hingga 7 Hektare.
"Seluruh sawah saya ini jadi pertanian organik yang masuk dalam binaan PT Vale Indonesia,"ungkapnya.
Baca Juga : Kinerja Solid 2025: Laba Bersih PT Vale Melonjak 32 Persen di Tengah Tantangan Pasar

Kata Rudin, jika dibandingkan dengan sawah konvensional seluas 1 hektare, petani konvensional hanya bisa memproduksi 3 sampai 4 Ton gabah saja. Sedangkan lahan organik bisa menghasilkan 6 hingga 7 Ton gabah atau 2 Ton beras dengan harga jual Rp 25.000 per Kilogram.
"Maka dalam 1 hektare sawah organik bisa menghasilkan Rp 50 juta setiap kali panen atau per tiga bulan,"terangnya.
Program Berkelanjutan PT Vale Bikin Masyarakat Kian Sejahtera
PT Vale adalah satu perusahaan yang fokus dalam menjalankan program berkelanjutan, melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang disusun berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat di wilayah lingkar tambang.
Khusus di Kabupaten Morowali, PT Vale memfokuskan terhadap 17 Desa yang ada di Kecamatan Bungku Timur dan beberapa Desa di Kecamatan Bahodopi, salah satunya Desa Ululere.
"Kami datang tidak dengan program jadi, tapi melihat langsung kebutuhan masyarakat," ujar Manager External PT Vale IGP Morowali, Asriani Amiruddin, belum lama ini.
Baca Juga : Gempuran Tekanan Global Tak Surutkan Langkah, PT Vale Sukses Cetak Penjualan Fantastis di Awal 2026
Ia mengungkapkan bahwa PT Vale hanya melakukan pendampingan selama 7 tahun yang difokuskan pada budidaya dan manajemen kelompok, selebihnya adalah usaha para petani.
"Program padi organik yang didukung oleh PT Vale ini merupakan contoh nyata bagaimana perusahaan dapat berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor pertanian".
Baca Juga : Pulihkan Ekosistem Pascatambang, PT Vale Indonesia Dorong Keberlanjutan di Tanah Sorowako
Baca Juga : Pulihkan Ekosistem Pascatambang, PT Vale Indonesia Dorong Keberlanjutan di Tanah Sorowako
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

