0%
Minggu, 17 Agustus 2025 16:33

Parade 80 Perahu Nelayan, Bupati Bantaeng Kenang Perjuangan Pahlawan Maritim

Editor : Redaksi
Parade 80 Perahu Nelayan, Bupati Bantaeng Kenang Perjuangan Pahlawan Maritim
ist

Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin langsung memimpin parade bersama seluruh unsur pimpinan Forkopimda. Konvoi bersama nelayan ini mulai dari pantai di Kelurahan Lamalaka hingga tiba di Kawasan Pantai Seruni.

 

PORTALMEDIA.ID, BANTAENG - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Bantaeng sedikit berbeda, Minggu, 17 Agustus 2025.

Bagiamana tidak, Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyiapkan Parade 80 Perahu Nelayan sebelum upacara peringatan HUT Kemerdekaan digelar.

Baca Juga : Bupati Bantaeng Bersama BAZNAS Salurkan 670 Paket Sembako Ramadan

Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin langsung memimpin parade bersama seluruh unsur pimpinan Forkopimda. Konvoi bersama nelayan ini mulai dari pantai di Kelurahan Lamalaka hingga tiba di Kawasan Pantai Seruni.

Seluruh kapal nelayan terhiasi hiasan bertemakan kemerdekaan. Kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin terus melambaikan tangannya menyapa warga yang menyambut di sepanjang bibir pantai.

“Indonesia sebagai negara maritim, tentunya kita harus mengenang para pahlawan kemerdekaan yang berjuang pada wilayah perairan,” kata Uji Nurdin.

Baca Juga : Berikan Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Pemkab Bantaeng Raih UHC Award

Usai menggelar paraede nelayan, Uji Nurdin langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara Hut Kemerdekan ke 80 RI. Ia menekankan, sejarah panjang bangsa Indonesia dan jasa para pahlawan tidak boleh dilupakan.

"Ingat pesan Presiden Soekarno: JAS MERAH, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Kemerdekaan Indonesia yang bisa kita rasakan saat ini merupakan hasil kerja keras dan gigih seluruh rakyat Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan hingga mencapai kedaulatan penuh sebagai negara yang merdeka,” katanya.

Kepala daerah termuda di Sulsel ini menambahkan, tantangan yang dihadapi memang berbeda, namun semangat yang dibutuhkan tetap sama, yaitu semangat untuk bersatu, menjaga kedaulatan, memperjuangkan kesejahteraan, dan mendorong kemajuan bangsa.

Baca Juga : Peringatan Isra’ Mi’raj, Bupati Bantaeng Resmikan Awal Pembangunan Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga

"Masa perjuangan setelah kemerdekaan merupakan perjalanan kolektif rakyat Indonesia menuju kehidupan yang lebih adil, setara, dan bermartabat, serta mewujudkan harapan kesejahteraan rakyat yang merata,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer