0%
Sabtu, 17 September 2022 18:00

Warga Pulau Barang Caddi Gelar Aksi Tolak Kenaikan BBM, Nelayan: Biaya Produksi hingga Harga Listrik Naik

Editor : Gita Oktaviola
Warga Pulau Barang Caddi Gelar Aksi Tolak Kenaikan BBM, Nelayan: Biaya Produksi hingga Harga Listrik Naik
ist

Warga pulau Barang Caddi menggelar aksi untuk rasa menuntut kenaikan harga BBM dikembalikan, memberi subsidi BBM kepada nelayan, membangun infrastruktur listrik di pulau Barrang Caddi, memberikan hak asuransi bagi nelayan, mengelola sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil untuk kemakmuran nelayan, serta menghapus alokasi ruang tambang pasir di Wilayah Tangkap Tradisional Nelayan.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Warga Pulau Barang Caddi termasuk para nelayan menggelar aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Jumat (16/9).

Aksi ini dilakukan karena kenaikan harga BBM berdampak pada aktivitas transportasi laut yang dilakukan para nelayan setiap harinya.

Menurut Saleh salah satu nelayan warga Barang Caddi menuturkan, semenjak kenaikan harga BBM ditetapkan oleh Presiden Jokowi. Ia bersama warga yang lainnya mengalami kerugian besar - besaran.

Baca Juga : Nelayan Asal Takalar Tewas Tersambar Petir di Perairan Pulau Kodingareng

"Apalagi BBM jenis solar dan pertalite yang digunakan untuk mengisi mesin perahu mengalami kenaikan. Sedangkan harga ikan di pasar tidak mengalami perubahan," ucapnya saat menyampaikan aspirasi di pinggir pantai pulau Barang Caddi Kota Makassar.

Lebih lanjut, ia menuturkan jika kenaikkan BBM berimbas langsung pada penambahan biaya produksi melaut.

"Kalau di pulau Barrang Caddi, solar yang sebelumnya dibeli dengan harga Rp7.000 kini menjadi Rp10.000 per liter, sedangkan pertalite dari Rp10.000 naik menjadi Rp13.000 per liter," jelasnya.

Baca Juga : Insiden di SPBU Bone Jadi Pelajaran, Pertamina Janji Tingkatkan Komunikasi Lintas Budaya Operator

Ditambah lagi, kenaikkan BBM ikut mempengaruhi kenaikan bahan pangan yang dipasok dari Makassar menggunakan jasa transportasi penumpang (pappalimbang). Tarif iuran listrik juga masih bergantung pada mesin genset hasil swadaya masyarakat.

"Dimana pasca kenaikan BBM, tarif listrik ikut naik dari Rp4.000 per hari menjadi Rp5.000 hingga Rp.7.000 per hari. Jika ini terus berlanjut maka kehidupan nelayan kedepannya akan semakin sulit," keluhnya.

Untuk itu kata Saleh, masyarakat Barang Caddi menuntut kepada Presiden Jokowi untuk membatalkan kenaikan BBM, memberi subsidi BBM kepada nelayan, membangun infrastruktur listrik di pulau Barrang Caddi, memberikan hak asuransi bagi nelayan, mengelola sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil untuk kemakmuran nelayan, serta menghapus alokasi ruang tambang pasir di Wilayah Tangkap Tradisional Nelayan.

Baca Juga : Nelayan Barang Lompo Segera Nikmati Fasilitas Pabrik Es

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar