PORTALMEDIA.ID -- Pasukan keamanan di Iran menembakkan gas air mata ke pengunjuk rasa yang berkumpul di kota Saqez, barat laut negara itu pada Sabtu (17/9/2022). Aksi protes pecah setelah seorang wanita muda meninggal dalam tahanan.
Unjuk rasa itu terjadi setelah pemakaman Mahsa Amini yang berusia 22 tahun. Ia ditangkap oleh apa yang disebut polisi moral di Teheran pada hari Selasa karena mengenakan jilbab yang tidak pantas.
Dia dinyatakan meninggal pada hari Jumat, setelah dinyatakan koma selama tiga hari. Sebelumnya pihak kepolisian Iran mengatakan ia terkena serangan jantung, namun beberapa pihak percaya ia menjadi korban pemukulan.
Baca Juga : Tak Gentar Ancaman Trump, Iran Nyatakan Siap Perang
Women of Iran-Saghez removed their headscarves in protest against the murder of Mahsa Amini 22 Yr old woman by hijab police and chanting:
— Masih Alinejad 🏳️ (@AlinejadMasih) September 17, 2022
death to dictator!
Removing hijab is a punishable crime in Iran. We call on women and men around the world to show solidarity. #مهسا_امینی pic.twitter.com/ActEYqOr1Q
Kantor berita Iran, Fars melaporkan, polisi muncul setelah pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan di depan gedung gubernur lokal di Saqez, sekitar 460 kilometer sebelah barat Teheran.
Begitu mereka menembakkan gas air mata, para demonstran bubar dan tidak ada informasi langsung terkait korban cedera.
Baca Juga : Iran Luncurkan Serangan Rudal ke Pangkalan AS di Qatar dan Irak
Dikutip dari DW, Minggu (18/9/2022), video yang diposting di media sosial pada hari Sabtu dimaksudkan untuk menunjukkan pengunjuk rasa di Saqez meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah.
Itu termasuk, “Matilah diktator” sebuah referensi untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Diketahui, Amini sedang mengunjungi keluarganya di Ibu Kota Iran ketika dia ditahan oleh unit polisi yang bertanggung jawab untuk menegakkan aturan berpakaian secara ketat untuk wanita di Iran.
Baca Juga : Pemimpin Iran Khamenei Ultimatum Israel-AS, Tegaskan Perang Dimulai
Siaran televisi pemerintah pada hari Jumat konon menunjukkan dia jatuh ke tanah saat berdebat dengan wanita lain tentang gaunnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News