PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta kepada calon mahasiswa yang akan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tahun 2023 untuk tidak khawatir dengan skema baru seleksi masuk PTN.
Para calon mahasiswa hanya perlu belajar dengan serius, jangan hanya sekadar menghapal, tetapi memahami dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut, terutama dengan menyelesaikan persoalan-persoalan konkret.
"Tugas adik-adik sekarang belajar dengan serius, ikuti pembelajaran di kelas, jangan hanya sekedar menghafal, tetapi memahami dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut terutama dengan menyelesaikan permasalahan-permasalahan konkret," ujar Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, Nizam, dalam webinar dikutip dari Republika, Minggu (18/9/2022).
Baca Juga : KIP Kuliah Kemendikbudristek Turut Jadi Korban Serangan Siber ke PDN
Dia menyampaikan, Kemendikbudristek terus berupaya mewujudkan peningkatan kualitas pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan.
Untuk itu, melalui transformasi skema masuk PTN, Kemendikbudristek berupaya memperbaiki kualitas input sekaligus menyelaraskan terobosan kebijakan pembelajaran di jenjang pendidikan dasar dan menengah.
"Tujuan dari kebijakan ini utamanya adalah menyambungkan transformasi, perubahan-perubahan, dinamika-dinamika yang sudah dikembangkan melalui kebijakan Merdeka Belajar dari pendidikan dasar hingga menengah dengan transformasi yang dilakukan di pendidikan tinggi dengan Kampus Merdeka," kata Nizam.
Baca Juga : Wakil Rakyat Pertanyakan Anggaran Pendidikan Besar ke Nadim Dibalik Kenaikan UKT
Berdasarkan data tahun 2020/2021, terdapat lebih dari 3,2 juta siswa lulus dari jenjang SMA/SMK/sederajat. Lebih lanjut, mahasiswa baru yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi secara nasional adalah lebih dari 2,1 juta mahasiswa dan dari jumlah tersebut sekitar 762 ribu mahasiswa diterima di PTN, baik akademik maupun vokasi.
Merujuk angka tersebut, skema seleksi masuk PTN disebut harus memberikan kesempatan yang luas bagi calon mahasiswa untuk dapat menempuh pendidikan tinggi sesuai minat dan bakatnya.
Dengan demikian, calon mahasiswa lebih bebas dalam menentukan program studi pilihannya tanpa merasa dibatasi. Sebab, skema masuk PTN berkorelasi kuat dengan kualitas lulusan perguruan tinggi yang mampu bersaing dalam dunia usaha dan dunia industri.
Baca Juga : Kenaikan UKT Disorot Anggota DPR RI, Kemendikbudristek Bakal Evaluasi Peraturan Menteri
"Siapa pun dengan kurikulum apa pun bisa mengkuti seleksi masuk ke perguruan tinggi negeri sesuai dengan skema seleksi yang baru. Justru salah satu latar belakang di balik perubahan transformasi ini tentu juga untuk bisa mengakomodasi pergerakan kurikulum, di samping mentransformasi pembelajaran di SMA," kata Nizam.
Calon peserta seleksi diharapkan bisa lebih fokus pada pembelajaran, penguasaan materi, kemampuan bernalar, kemampuan literasi dan numerasi yang lebih mendalam, serta kemampuan untuk memanfaatkan pengetahuan di dalam menyelesaikan berbagai permasalahan secara lintas keilmuan.
Kurikulum 2013, kata Nizam, mengaitkan nilai-nilai authentic learning yang implementasinya ada di dalam tes seleksi yang baru.
Baca Juga : Respon Kenaikan UKT di Perguruan Tinggi, DPR Bentuk Panja
Untuk itu, dia mendorong para peserta untuk menggunakan pengetahuan yang dimiliki dalam proses penyelesaian masalah, peningkatan kemampuan bernalar, baik secara matematis maupun bahasa.
“Adik-adik, berpikir secara kritis itu yang penting, tetap belajar semangat,” ujar Nizam sembari menekankan, tes skolastik relevan untuk kesuksesan studi dan karir di masa depan.
Sebelum munculnya kebijakan itu, Nizam menjelaskan, Kemendikbudristek sudah melakukan persiapan dan diskusi yang panjang hingga akhirnya ditetapkan pada Agustus lalu. Dalam prosesnya, kata dia Kemendikbudristek sudah melibatkan para pimpinan perguruan tinggi dalam pembahasan kebijakan tersebut.
Baca Juga : Kemendikbudristek Respon Kenaikan UKT di PTN Dengan Pemanggilan Rektor
"Kalau untuk seleksi masuk tahun 2023 itu biasanya akan disosialisasikan sampai detil jadwal, petunjuk teknis, pada akhir tahun 2022. Di bulan Desember, tentu saja para rektor PTN secara masif bersama dengan Kemendikbudristek bersinergi mengoptimalkan penyampaikan informasi,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News