0%
Rabu, 21 September 2022 07:35

Sepenggal Cerita Mariama, Belenggu Penyintas KDRT: Saya Korban, Saya Butuh Keadilan!

Penulis : Gita Oktaviola
Editor : Rasdiyanah
Ilustrasi: istock
Ilustrasi: istock

Mariama (40) seorang perempuan yang mencari keadilan dengan melaporkan perselingkuhan suaminya ke kepolisian. Ia melaporkan hal ini untuk mencari keadilan, setelah suaminya terlibat dalam kawin lari yang kemudian tak disangka justru mendapat dukungan dari sebagian besar warga desa Balumbungan, Bontoramba, Jeneponto.

Riak-riak ini membangun hegemoni sosial. Sehingga, tepat pada 17 November 2021 Saenal dan Wana bersepakat untuk kawin lari meninggalkan Mariama dan 2 orang anaknya.

"Waktu itu, tidak kutahu mi mauka bagaimana kodong. Na tinggalkan ka sama 2 anaknya, baru utang di bank puluhan juta yang harus dilunasi," kata Mariama lirih sambil menahan isak tangisnya.

Tulang Punggung Keluarga

"Bagai jatuh tertimpa tangga pula", itulah perumpamaan yang dihadapi Mariama. Semenjak ditinggal sang suami, ia harus mencari nafkah untuk anaknya dan mengumpulkan uang agar utang suaminya di bank, bisa dilunasi sedikit demi sedikit.

Baca Juga : DP3A Makassar Edukasi Puluhan Shelter Warga Bahas Penguatan Terhadap Korban KDRT

Setiap hari, Mariama mengumpulkan sayuran di kebun untuk kemudian dijual sebilang berkunjung ke pasar. Ia menghabiskan waktu untuk fokus menyekolahkan anaknya dan meredam luka dengan ikhlas dan tabah.

"Saya jual sayur di pasar untuk lunasi utang sekaligus uang makan dan uang sehari-harinya anakku. Karena ki tau mi kalau anak kecil pasti banyak kebutuhannya," lanjut Mariama.

"Biar sakit hatika dengan perlakuannya suamiku. Tapi kucoba ikhlas. Na tau ji Allah. Kusapu mami dadaku," sambungnya dengan nada menyakitkan.

Baca Juga : Kasus Dugaan Perselingkuhan Eks Dandim Makassar Dinilai Mandek

Sebenarnya, beban ganda yang diembannya tak membuat Mariama ciut. Ia tetap perkasa menghunus pedang, melawan hantu-hantu patriarki yang merenggut sebagian hidupnya.

Walau ditinggal suami, ia tetap tabah mencari nafkah dan membayar utang yang ditinggalkan ayah dari anak-anaknya. 

Siri' na Pacce yang Hilang

Minggu, 18 September 2022, akun facebook dihebohkan dengan postingan seorang perempuan yang meminta bantuan. Dalam postingan itu, terlihat warga yang saling tuduh, berteriak dan mengata-ngatai.

Baca Juga : Hadiri Hut Jeneponto, Bupati Bantaeng Uji Nurdin Nilai Bumi Tuareta Berkesan

Saat dikonfirmasi, Rika pemilik akun facebook menyampaikan keluhannya tentang posisi adat istiadat yang tidak lagi dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Balumbungan. Siri' Na Pacce yang dulunya menjadi konstruksi sosial masyarakat bugis, kini sudah terkikis.

Saenal dan Wana kembali ke kampung halaman dengan mengantongi dukungan dari warga sekitar, terutama keluarga mereka yang membenarkan perzinahan dan perselingkuhan yang dilakukan pasangan ini.

Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat juga tak menghiraukan kejadian tersebut. Keluarga besar Mariama merasa terhina atas perlakuan masyarakat. Lalu Mariama? Ia ibarat membuka luka lama yang mengaga. Kedatangan suaminya bersama perempuan lain membuatnya merasa tersakiti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar