0%
Kamis, 30 Oktober 2025 21:33

BP2MI Ajak Sekolah dan Kampus Waspadai Penempatan Pekerja Migran Ilegal

Editor : Alif
BP2MI Ajak Sekolah dan Kampus Waspadai Penempatan Pekerja Migran Ilegal
ist

Nurhayati menegaskan, lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam membekali calon tenaga kerja dengan pemahaman yang benar mengenai mekanisme penempatan ke luar negeri.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR — Minat masyarakat Indonesia untuk bekerja di luar negeri terus meningkat, namun tidak selalu diimbangi dengan pemahaman mengenai prosedur legal dan perlindungan diri.

Karena itu, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengingatkan pentingnya edukasi dan literasi hukum sejak dini, terutama di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi.

Melalui kerja sama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulsel, BP2MI menggelar kegiatan Edukasi Informasi Kerja bagi Pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK) di Four Points Hotel by Sheraton, Makassar, Kamis (30/10/2025).

Baca Juga : Sekda Sulsel-JICA Bahas Penyerapan Tenaga Kerja Vokasi ke Jepang

Acara tersebut dibuka langsung oleh Direktur Penempatan Non Pemerintah pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum BP2MI, Nurhayati, dan dihadiri sejumlah narasumber dari berbagai instansi, seperti Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel Jayadi Nas, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Makassar Abdi Widodo Subagio, serta Kepala BP3MI Sulsel Dharma Saputra.

Nurhayati menegaskan, lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam membekali calon tenaga kerja dengan pemahaman yang benar mengenai mekanisme penempatan ke luar negeri.

“Para pendidik dan pengelola Bursa Kerja Khusus perlu memahami skema penempatan tenaga kerja berbadan hukum agar dapat memberikan informasi yang tepat kepada siswa dan mahasiswa,” ujarnya.

Baca Juga : Pemprov-BP2MI Jajaki Peluang Tenaga Kerja asal Sulsel di Australia dan Amerika

Ia menambahkan, banyaknya peluang kerja di luar negeri menjadi kesempatan besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Namun di sisi lain, pemerintah perlu memastikan penempatan dilakukan secara resmi dan profesional.

“Kondisi pasar kerja di dalam negeri belum sepenuhnya mampu menampung tenaga kerja, terutama di Sulsel. Karena itu, edukasi dan informasi tentang peluang kerja yang legal di luar negeri harus terus digencarkan,” tutur Nurhayati.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar global.

Baca Juga : Januari - September 2023, Investasi di Sulsel Capai Rp12,418 Triliun

“Penyiapan calon pekerja harus dimulai sejak di sekolah dan perguruan tinggi. Ini langkah strategis agar lulusan kita mampu mengisi peluang kerja internasional sesuai kompetensi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BP3MI Sulsel Dharma Saputra menyoroti bahaya penempatan pekerja non-prosedural yang masih marak terjadi.

“Kami ingin memastikan setiap calon pekerja mendapat jalur penempatan yang resmi dan bermartabat. Pencegahan praktik ilegal harus menjadi perhatian bersama agar mereka terhindar dari penipuan dan eksploitasi,” tegasnya.

Baca Juga : BIAN 2022 di Sulsel Sasar Ratusan Anak Imigran di Makassar

Dharma juga mengajak lembaga pendidikan untuk aktif menanamkan kesadaran hukum dan tanggung jawab sosial kepada peserta didik.

“Membangun sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan dunia industri sangat penting. Dengan begitu, kita bisa mencetak tenaga kerja yang tidak hanya kompeten, tetapi juga paham hukum dan siap bersaing di pasar global,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer