PORTALMEDIA.ID, MAROS — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin berkolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, menggelar kegiatan Pendampingan Sertifikasi Pengasuh Tempat Penitipan Anak (TPA).
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) BKKBN dan bertujuan meningkatkan profesionalitas dan kompetensi pengasuh TPA dalam layanan pengasuhan yang berkualitas.
Pendampingan sertifikasi ini diikuti oleh para pengasuh dari dua TPA di Kabupaten Maros, yaitu TPA Cerdas Ceria dan TPA Lia Beautiful, dengan fokus materi pada penanganan isu krusial anak.
Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, menyatakan bahwa investasi pada kualitas pengasuhan adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa.
“Kami di Pertamina Patra Niaga percaya bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah membangun generasi yang tumbuh di lingkungan pengasuhan yang sehat dan berkualitas. Melalui kegiatan ini, kami berharap para pengasuh semakin siap memberikan pendampingan yang penuh kasih, aman, dan mendidik bagi anak-anak kita,” ujar Andreas.
Perwakilan BKKBN Sulsel, Fatmawati, mengapresiasi sinergi yang dilakukan Pertamina.
“Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan kualitas layanan pengasuhan anak. Melalui dukungan ini, kami berharap semakin banyak pengasuh yang tersertifikasi dan mampu memberikan pendampingan terbaik bagi tumbuh kembang anak,” ujar Fatmawati.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menambahkan bahwa program ini selaras dengan tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Meliputi SDG 3 (Kehidupan Sehat), Peningkatan kesehatan dan tumbuh kembang anak, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), Penguatan kapasitas tenaga pengasuh anak usia dini, serta SDG 5 (Kesetaraan Gender), Pemberdayaan perempuan yang bekerja di sektor pengasuhan anak.
Pendampingan yang berlangsung di Kantor Bupati Maros ini mencakup materi krusial seperti Tata Laksana Gangguan Perkembangan Anak dan Tata Laksana Penanganan Kekerasan Pada Anak, serta sesi coaching virtual dari praktisi lintas disiplin.
Peningkatan kualitas layanan TPA ini juga diharapkan dapat menjadi supporting tools dalam mendukung bonus demografi, sehingga para ibu dapat menjalankan peran profesional dengan lebih optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News