PORTALMEDIA.ID -- Antusiasme berwisata warga dunia tampaknya tak terbendung.
Di tengah harga tiket pesawat dan akomodasi yang terus meningkat, statistik terbaru menunjukkan bahwa pariwisata global justru memasuki fase pemulihan penuh pada 2025.
Berdasarkan laporan terbaru dari World Tourism Barometer edisi November 2025 yang dirilis UN Tourism, tercatat lebih dari 1,1 miliar orang telah melakukan perjalanan lintas negara untuk berlibur sepanjang Januari hingga September 2025.
Baca Juga : Agrowisata Tabarano, Bukti Nyata Keberhasilan Masyarakat dan PT Vale Merawat Alam
Angka ini tidak hanya mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 5% dibandingkan tahun lalu, tapi juga resmi melampaui rekor perjalanan internasional sebelum masa pandemi.
Tak hanya dari sisi jumlah kunjungan, belanja wisatawan juga menunjukkan tren positif.
Hal ini dibuktikan dengan melonjaknya pemasukan dari belanja turis di Negeri Sakura, Jepang, yang melonjak hingga 21%, disusul oleh negara eksotis seperti Nikaragua, Mesir, dan Maroko.
Baca Juga : Poltekpar Makassar Gelar Bimtek Pengembangan Pengelolaan Desa Wisata di Penajam Paser Utara
Wisatawan asal Amerika Serikat dan Spanyol tercatat menjadi kelompok dengan pengeluaran tertinggi di luar negeri tahun ini. Sementara itu, wisatawan dari Korea Selatan, Prancis, dan Jerman juga menunjukkan tingkat perjalanan dan belanja yang tinggi.
Secara regional, Afrika mencatat perumbuhan paling kuat dengan kenaikan kunjungan hingga 10%.
Sementara, Eropa tetap menjadi destinasi utama dunia dengan sekitar 625 juta turis memadati benua biru tersebut sepanjang musim panas 2025, terutama di kawasan Eropa Barat dan Mediterania.
Di bagian lain dunia, Amerika Selatan juga tampil impresif dengan pertumbuhan 9%, mengungguli Amerika Utara yang cenderung stabil.
Meski demikian, UN Tourism mencatat bahwa ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan internasional masih menjadi tantangan yang berpotensi memengaruhi laju pertumbuhan pariwisata global ke depan.
Namun untuk saat ini, laporan tersebut menegaskan bahwa minat masyarakat dunia untuk bepergian tetap kuat, bahkan di tengah tekanan biaya perjalanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News