PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Libur panjang akhir tahun kerap menjadi momen yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga atau teman. Berbagai agenda berlibur, perjalanan jauh, hingga wisata kuliner membuat waktu terasa berjalan cepat. Namun, di tengah keseruan tersebut, perhatian terhadap kesehatan sering kali terabaikan.
Setelah menikmati perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, tidak sedikit orang yang justru merasa tubuh menurun kondisinya saat harus kembali ke rutinitas.
Rasa lelah berlebihan, tubuh kurang bertenaga, hingga mudah terserang penyakit menjadi keluhan yang cukup umum. Kondisi ini biasanya dipicu oleh perjalanan panjang, pola makan yang tidak teratur, serta waktu istirahat yang jauh dari ideal.
Baca Juga : Sambut Tahun 2024, Atraksi Water Dance Hebohkan Warga Makassar
Perubahan pola hidup selama liburan dapat memengaruhi kondisi tubuh secara signifikan. Beberapa risiko kesehatan yang kerap muncul perlu diwaspadai agar tidak berlanjut hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Masalah pencernaan menjadi keluhan yang paling sering dialami. Konsumsi makanan berlemak, pedas, bersantan, dan manis secara berlebihan dapat memicu asam lambung, diare, hingga sembelit. Kondisi ini diperparah jika jadwal makan tidak teratur.
Kelelahan ekstrem atau fatigue juga sering terjadi akibat padatnya agenda perjalanan dan kurang tidur. Tubuh yang tidak mendapatkan waktu pemulihan cukup akan mengalami penurunan daya tahan, sehingga lebih rentan terkena flu atau infeksi saluran pernapasan.
Baca Juga : Spesial Akhir Tahun, Setiap Pembelian ASUS Dapat Potongan Harga: Cek Selengkapnya di Sini!
Risiko dehidrasi tak kalah penting untuk diperhatikan. Kurangnya asupan air putih saat bepergian, terutama di cuaca panas, dapat menyebabkan pusing, lemas, hingga gangguan konsentrasi. Dalam kondisi tertentu, dehidrasi berat bahkan dapat meningkatkan risiko heat stroke.
Selain itu, konsumsi gula dan garam yang tinggi selama liburan dapat memicu lonjakan kadar gula darah serta tekanan darah. Hal ini berbahaya, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit degeneratif seperti diabetes atau hipertensi.
Gangguan tidur akibat perbedaan zona waktu atau jadwal tidur yang berantakan juga berdampak pada ritme sirkadian tubuh. Akibatnya, konsentrasi menurun, suasana hati menjadi tidak stabil, dan tubuh terasa sulit beradaptasi saat kembali bekerja.
Baca Juga : Nikmati Promo Akhir Tahun "Festive Deals" ASTON Makassar hingga 30 Desember 2023
Tips Menjaga Kesehatan Pascaliburan agar Tubuh Kembali Bugar
Agar tubuh kembali prima setelah masa liburan, diperlukan langkah-langkah sederhana tetapi konsisten. Berikut ini beberapa tips atau tip menjaga kesehatan yang dapat diterapkan untuk memulihkan kondisi tubuh secara optimal.
1. Kembalikan pola tidur yang teratur
Selama liburan, jam tidur sering berubah akibat aktivitas malam atau perjalanan jauh. Langkah awal yang penting adalah mengembalikan pola tidur ke jadwal normal. Tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam membantu tubuh melakukan regenerasi sel dan memperkuat sistem imun yang sempat melemah.
Baca Juga : Gelar Expo Akhir Tahun, Pegadaian Sasar Transaksi hingga Rp24,5 Milyar
2. Perbanyak konsumsi air putih
Menu makanan saat liburan umumnya tinggi garam, gula, dan lemak. Mengonsumsi air putih minimal 2 liter per hari membantu proses detoksifikasi alami tubuh dengan membuang sisa metabolisme. Selain itu, cairan yang cukup berperan penting dalam mengatasi dehidrasi pascaperjalanan jauh.
3. Kendalikan porsi dan pola makan
Setelah pesta makanan selama liburan, tubuh perlu kembali ke pola makan seimbang. Memperbanyak konsumsi sayur dan buah akan membantu memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan antioksidan. Pola makan bergizi seimbang membantu menjaga metabolisme tetap stabil dan mengurangi risiko gangguan pencernaan.
4. Mulai aktivitas fisik secara bertahap
Tubuh yang masih lelah sebaiknya tidak langsung dipaksa berolahraga berat. Aktivitas fisik ringan, seperti jalan santai, peregangan, atau bersepeda selama 15–30 menit sudah cukup untuk melancarkan peredaran darah dan meningkatkan energi secara perlahan.
5. Batasi makanan cepat saji dan olahan
Setelah liburan, sebaiknya mengurangi konsumsi makanan instan dan cepat saji. Mengolah makanan sendiri di rumah memungkinkan Anda mengontrol kandungan garam, gula, dan lemak. Langkah ini membantu sistem pencernaan kembali bekerja dengan optimal setelah bekerja ekstra selama liburan.
6. Kelola stres dengan relaksasi
Kembali bekerja setelah liburan sering memicu stres atau post-holiday blues. Memberi waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beradaptasi sangat penting. Teknik pernapasan dalam, meditasi singkat, atau mendengarkan musik yang menenangkan dapat membantu menjaga kestabilan mental.
7. Pantau kondisi tubuh secara berkala
Apabila tubuh terasa sangat lemas, sering pusing, atau memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya lakukan pemantauan kondisi kesehatan. Mengecek tekanan darah dan kadar gula darah setelah liburan dapat membantu mencegah komplikasi akibat pola hidup yang tidak terkontrol.
8. Konsumsi vitamin atau suplemen jika diperlukan
Jika asupan nutrisi dari makanan belum mencukupi, konsumsi vitamin atau suplemen dapat menjadi pilihan. Vitamin C, vitamin D, atau multivitamin membantu mendukung daya tahan tubuh. Namun, penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan atas saran tenaga medis.
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan setelah Liburan
Melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check up pascaliburan sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang mengalami perubahan pola hidup signifikan selama libur panjang. Salah satu pemeriksaan yang penting adalah profil lipid untuk mengetahui kadar kolesterol total, low density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan trigliserida.
Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi risiko penyakit jantung sejak dini akibat konsumsi makanan berlemak yang berlebihan. Selain itu, hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar evaluasi gaya hidup agar pola makan dan aktivitas fisik dapat disesuaikan kembali.
Deteksi dini menjadi alasan utama pentingnya pemeriksaan kesehatan, mengingat banyak penyakit metabolik tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Pemeriksaan pascaliburan juga membantu memastikan kondisi tubuh siap kembali menjalani aktivitas kerja secara optimal tanpa gangguan kesehatan.
Liburan memang identik dengan kesenangan dan kebersamaan, tetapi perubahan pola hidup selama masa tersebut dapat membawa risiko kesehatan tersembunyi. Menjaga kesehatan setelah liburan bukan hanya untuk memulihkan energi, tetapi juga untuk mencegah masalah kesehatan jangka panjang.
Dengan menerapkan tips menjaga kesehatan secara konsisten, tubuh dapat beradaptasi lebih cepat dari suasana liburan ke rutinitas harian.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News