0%
Minggu, 11 Januari 2026 10:59

PSI Berambisi Kuasai Basis PDIP, Hasto: Masih Terlalu Dini

Editor : Agung
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai basis PDI Perjuangan hingga disebut sebagai Kandang Banteng.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA -- PDI Perjuangan merespons pernyataan Partai Solidaritas Perjuangan (PSI) menjadikan Jawa Tengah kandang gajah. Gajah sendiri merupakan logo dari partai yang saat ini diketuai Kaesang Pangarep.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan masih terlalu dini untuk mengutarakan hal itu. Namun, Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai basis PDI Perjuangan hingga disebut sebagai Kandang Banteng.

"Pemilu masih panjang. Rakyat yang menentukan ya. Rakyat yang menentukan, yang punya kedaulatan," kata Hasto dalam konferensi pers HUT PDIP KE-53 dan Rakernas I Tahun 2026 di Beach City International Stadium, Sabtu (10/1/2026).

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, PDIP Ingatkan Kader Tidak Salah Gunakan Wewenang

Hasto menjelaskan bahwa PDIP dalam peringatan HUT ke-53 melakukan autokritik dengan perbaikan ke dalam mempertajam ideologi, dan berbagai isu lain, salah satunya terkait penanganan bencana.

"PDI Perjuangan bergerak maksimum, demi kemanusiaan, tanpa mempertimbangkan aspek-aspek mereka (masyarakat) memilih siapa," tuturnya.

Menurutnya, dalam situasi saat ini, PDIP lebih berfokus melakukan konsolidasi organisasi dalam seluruh aspek kehidupan partai. Sehingga, saat rakyat menghadapi kesulitan, seperti bencana, pihaknya siap turun dengan seluruh kekuatan dari partai.

Baca Juga : Rayakan HUT ke-53, PDIP Luncurkan Maskot Baru Banteng Barata

"Itu yang jadi skala prioritas kami," katanya dilansir CNN Indonesia.

Hal itu disampaikan menyikapi Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang mengatakan Jawa Tengah merupakan kandang gajah. Pernyataan itu disampaikan Kaesang saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah di Kota Solo, Kamis (8/1).

Kaesang menyebut saat ini PSI memiliki 12 anggota DPRD di Jawa Tengah. Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum ideal.

Baca Juga : Elektabilitas PDIP Tertinggi 19,78%, Disusul Gerindra 18,50%

"Jujur saja, 12 kursi itu masih terlalu kecil untuk Jawa Tengah. Target kita ke depan 17 kursi di tingkat provinsi. Untuk kabupaten/kota, minimal 100 fraksi harus terisi," kata Kaesang dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Ia mengklaim PSI di Kota Solo yang mengalami peningkatan signifikan. Pada Pemilu sebelumnya, PSI hanya meraih satu kursi DPRD.

Pada Pemilu 2024, angka itu meningkat menjadi lima kursi dan berhasil menempatkan kadernya sebagai pimpinan DPRD Kota Solo. Selain itu, PSI juga telah memiliki Wakil Wali Kota Solo. "Saya berharap di pemilu selanjutnya akan semakin banyak pemimpin yang lahir dari PSI," ujarnya.

Baca Juga : Jabat Ketua Harian PSI, Ahmad Ali Minta Kader Bela Jokowi dari Isu Ijazah Palsu

Dalam kesempatan tersebut, Kaesang juga menyoroti peran strategis para ketua DPC sebagai ujung tombak partai di lapangan.

"Bapak dan Ibu Ketua DPC semua yang hadir di sini adalah ujung tombak partai. Kami di pusat tidak ada artinya kalau tidak ada Bapak dan Ibu semua yang bekerja di lapangan," ucap Kaesang.

Kaesang menegaskan komitmen PSI untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat Jawa Tengah. "Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029," tuturnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar