PORTALMEDIA.ID – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memastikan fasilitas Kampung Haji Indonesia di Mekkah belum dapat digunakan pada 2026. Pemerintah menargetkan proyek tersebut baru bisa dimanfaatkan secara bertahap paling cepat pada 2028.
Irfan menjelaskan pembangunan kawasan tersebut membutuhkan waktu lebih dari satu tahun, sehingga tidak memungkinkan untuk langsung beroperasi dalam waktu dekat.
“Untuk tahun ini jelas belum bisa. Tahun depan juga belum, karena membangun kawasan sebesar itu tidak cukup hanya satu tahun. Harapannya paling lambat 2028 sudah ada sebagian tower yang dapat digunakan,” ujar Irfan, Minggu (11/1/2026).
Baca Juga : Kemenhaj Perketat Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa Haji
Pria yang akrab disapa Gus Irfan itu menegaskan Kementerian Haji dan Umrah hanya berperan sebagai pengguna fasilitas. Adapun seluruh proses pembangunan berada di bawah kewenangan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
“Nanti kalau Danantara sudah menyatakan siap, baru kami masuk sebagai pengguna. Jadi perannya memang berbeda,” katanya.
Sebelumnya, CEO BPI Danantara Rosan P. Roeslani menyampaikan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi direncanakan dimulai pada kuartal IV 2026. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Indonesia berhasil memenangkan lahan strategis untuk proyek tersebut di kawasan Mekkah.
Baca Juga : Liga Muslim Dunia Dukung Indonesia Wujudkan Kampung Haji
“Rencananya pembangunan dimulai kuartal IV 2026,” ujar Rosan singkat usai menghadiri kegiatan di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan Indonesia memperoleh keistimewaan dari pemerintah Arab Saudi untuk memilih satu lokasi dari beberapa lahan yang tersedia. Presiden Prabowo Subianto kemudian memutuskan memilih lahan di lot 3 yang jaraknya sekitar 500 meter dari Masjidil Haram.
“Kalau tidak salah yang dipilih lot nomor 3. Di sana nanti akan dibangun Kampung Haji dengan berbagai fasilitas pendukung,” kata Prasetyo.
Baca Juga : Kemenhaj Lantik Pejabat Eselon I, Menhaj Tekankan Kerja Cepat dan Koordinasi
Ia menyebut kawasan tersebut direncanakan dilengkapi hotel, pusat perbelanjaan, fasilitas kesehatan, hingga area kuliner. Fasilitas itu diharapkan tidak hanya menunjang kebutuhan jemaah haji, tetapi juga jemaah umrah.
Pemerintah berharap keberadaan Kampung Haji dapat memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah Indonesia, mulai dari akomodasi, makanan, hingga layanan kesehatan yang memadai.
“Ini bukan hanya untuk haji, tetapi juga bisa dimanfaatkan jemaah umrah. Jumlah jemaah umrah Indonesia hampir 1,8 juta orang per tahun, sehingga potensinya sangat besar,” ujar Prasetyo.
Baca Juga : Kuota Haji 2026 Diseragamkan, DPR Minta Sosialisasi Diperkuat
Dengan konsep tersebut, Kampung Haji diharapkan menjadi pusat layanan terpadu yang mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News