0%
Senin, 12 Januari 2026 20:18

Puan Tegaskan Peran PDIP sebagai Penyeimbang yang Berpihak pada Rakyat

Editor : Alif
Puan Tegaskan Peran PDIP sebagai Penyeimbang yang Berpihak pada Rakyat
ist

Selain kritis, Puan juga menekankan pentingnya kecerdasan politik.

PORTALMEDIA.ID - Ketua Bidang Politik PDI Perjuangan Puan Maharani mengajak seluruh kader partai untuk bersikap kritis namun tetap solutif dalam menyikapi dinamika politik nasional.

Sikap tersebut, menurut Puan, sejalan dengan posisi PDIP sebagai partai penyeimbang.

Puan menegaskan, menjadi partai penyeimbang berarti mengedepankan sikap kritis, cerdas, solutif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Namun, kritik yang disampaikan harus dilakukan secara objektif dan bertanggung jawab.

Baca Juga : PDIP Gelar Rakernas I Bertepatan HUT ke-53 pada 10–12 Januari

“Kritis juga berarti berpikiran terbuka dan objektif. Kita harus berani bertanya, apakah persoalan yang terjadi hari ini juga merupakan dampak dari kekuasaan yang pernah kita miliki di masa lalu. Karena itu, kritik harus disampaikan dengan bijaksana,” ujar Puan dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Puan saat memaparkan materi berjudul Kebijakan dan Strategi Politik Partai Penyeimbang dalam Rakernas I sekaligus peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara.

Ia menjelaskan, sikap kritis bukan berarti menolak seluruh kebijakan pemerintah. Kritik harus didasarkan pada analisis yang tajam, berbasis regulasi dan data, fokus pada substansi persoalan, serta tidak menyerang secara personal.

Baca Juga : PDIP Minta Kajian Mendalam Jika Sistem Pilkada Diubah

“Kita mendukung kebijakan yang baik dan mengoreksi serta menyempurnakan yang belum baik,” katanya.

Selain kritis, Puan juga menekankan pentingnya kecerdasan politik. Menurut Ketua DPR RI ini, kecerdasan tercermin dari kemampuan menempatkan dan memperjuangkan kepentingan secara efektif, rasional, dan bermartabat, bahkan dalam situasi politik yang tidak kondusif.

“Kecerdasan bukan ditunjukkan lewat reaksi emosional atau konfrontasi tanpa arah, tetapi melalui ketepatan membaca situasi, kecermatan memilih strategi, dan konsistensi menjaga tujuan,” ujarnya.

Baca Juga : Hari Ibu 2025, Puan Ajak Perempuan Terlibat Jaga Masa Depan Bumi

Puan mencontohkan posisi politik PDIP di DPR RI, di mana Fraksi PDI Perjuangan harus berhadapan dengan tujuh fraksi lainnya. Dalam kondisi tersebut, ia menilai kecerdasan politik menjadi kunci agar posisi fraksi tetap diperhitungkan.

“Tanpa kehadiran Fraksi PDI Perjuangan, rapat tetap bisa dinyatakan sah. Karena itu, kita harus cerdas menjaga posisi agar tetap memiliki daya tawar,” kata Puan.

Lebih lanjut, Puan menekankan bahwa sebagai partai penyeimbang, kader PDIP tidak cukup hanya menyampaikan kritik, tetapi juga harus menawarkan solusi konkret.

Baca Juga : Peringati Hakordia, Puan Serukan Perempuan Berani Lawan Korupsi

“Jangan mengkritik kalau tidak punya solusi. Kita pernah menjadi partai pemerintah, sehingga memahami kompleksitas pengambilan kebijakan dan tantangan pembangunan nasional,” ujarnya.

Menurut Puan, pengalaman tersebut menempatkan PDIP tidak hanya berhak mengkritik, tetapi juga berkewajiban menawarkan alternatif kebijakan agar pembangunan nasional tetap berjalan dan kesejahteraan rakyat terus meningkat.

Ia menegaskan, berada di luar pemerintahan tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan arah pembangunan nasional melenceng demi kepentingan politik jangka pendek.

Baca Juga : Politisi PDIP Minta Audit Investigatif Proyek Kereta Cepat Whoosh

“Perbedaan posisi politik tidak menghapus tanggung jawab moral dan kebangsaan terhadap masa depan rakyat dan negara,” tegasnya.

Puan menambahkan, peran PDIP sebagai partai penyeimbang hanya akan bermakna jika berpijak pada keberpihakan yang nyata kepada kepentingan rakyat. Tanpa orientasi tersebut, partai berisiko kehilangan arah dan terjebak pada kepentingan internal semata.

“Tujuan kerakyatan ini harus selalu diingat, agar saat rakyat menghadapi persoalan, kita fokus pada solusi, bukan hanya sibuk berbunyi,” ujarnya.

Ia mencontohkan sikap tersebut melalui langkah PDIP dalam membantu korban bencana di Sumatera.

“Kita langsung bergerak, bukan hanya berteriak. Seperti yang disampaikan Ibu Ketua Umum, membantu korban bencana adalah urusan kemanusiaan, bukan urusan politik,” pungkas Puan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar