0%
Senin, 26 September 2022 20:40

Soal Kasus SLV Travel, Asita Sulsel Sebut Penyelenggara dan Konsumen Sama-sama Salah

Penulis : wiwi amaluddin
Editor : Rasdiyanah
Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) Sulawesi Selatan (Sulsel), Didi Leonardo Manamba. Foto: Portalmedia/Al Fath
Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) Sulawesi Selatan (Sulsel), Didi Leonardo Manamba. Foto: Portalmedia/Al Fath

Ketua Ashita Sulsel menyayangkan kasus SLV Travel yang kembali merugikan masyarakat atas nama biro perjalanan. Didi Leonardo Manamba mengatakan, dalam hal ini konsumen dan travel sama-sama salah.

"Menjual harga murah, jadi memancing orang untuk membeli, (itu) salah," tegasnya.

"Kalau misalnya rata-rata umroh sekarang 35 juta, saya kasih diskon 500 ribu, wajar, harga 35 juta potong sisa 20 juta, ndk wajar, masyarakat pintar Ki liat sebenernya tapi tergiur," imbuhnya.

Menurutnya, ia tidak mencoba untuk membela siapa-siapa baik konsumen maupun SLV Travel.

Baca Juga : Dimutasi Andi Sudirman, ASITA Sulsel Apresiasi Kinerja Devo Khadafi Majukan Pariwisata Sulsel

"Masyarakat ini begitu terus masalahanya, saya harus lihat banyak hal, saya bela juga travel saya bela juga masyarakat, saya tidak memihak ke travel saya juga tidak memihak juga ke masyarakat, saya tengah2 nya, ada konsumen ada jasa, dua-duanya salah, (jasa) ini salah karena membuat harga (murah) dalam berpromosi dan memancing orang membeli (itu) salah, ini juga salah (Masyarakat) karena tergiur, sudah jelas-jelas ada 10 travel (misalnya) dan ada satu yang harganya jomplang, kenapa murah sekali ini?," katanya.

"(Konsumen harus) jeli dalam melihat potensi bahwa travel ini bermasalah atau tidak , lihatlah apakah travel ini memiliki izin resmi dari pemerintah," pungkasnya.

Terakhir, Didi mengatakan bahwa travel-travel yang menggunakan skema fonzi, mematok harga terlalu murah, ia tidak benarkan.

Baca Juga : Dinyatakan Lengkap, Berkas Perkara UU ITE Owner SLV Travel Dilimpahkan ke Kejari Gowa

"Mencoreng nama baik, mencoreng kasus-kasus yang membuat nama baik travel sebagai biro jasa yang menggerakkan wisatawan sudah lama, memasukkan devisa bagi negara agak terganggu tetapi saya tidak mau mention satu dua travel tapi kita harus lihat ada beberapa travel yang memang terlalu murah menjual harga itu kita tidak benarkan, boleh murah asal jangan murahan, murah itu kalau ada diskon harga diskon yang tidak terlalu signifikan dalam dari harga pokok," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar