0%
Selasa, 20 Januari 2026 08:35

Tim SAR Temukan Barang Pribadi Korban Pesawat ATR 42-500 di Jurang Bulusaraung

Editor : Agung
Tim SAR menunjukkan serpihan yang diduga bagian dari pesawat ATR 42-500 milik IAT di posko aju Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan mengevakuasi sejumlah serpihan dan menemukan satu jasad diduga korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang sempat hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaruang. ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa.(ANTARA FOTO/ARNAS PADDA)
Tim SAR menunjukkan serpihan yang diduga bagian dari pesawat ATR 42-500 milik IAT di posko aju Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan mengevakuasi sejumlah serpihan dan menemukan satu jasad diduga korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang sempat hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaruang. ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa.(ANTARA FOTO/ARNAS PADDA)

Semua barang telah didata dan ditandai koordinatnya sesuai prosedur standar, kendati operasi di lapangan menghadapi tantangan berat.

PORTALMEDIA.ID, MAROS -- Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Maros-Pangkep,Sulawesi Selatan terus dilakukan. Meski dI tengah medan terjal dan cuaca yang tidak menentu.

Tim SAR gabungan pun berhasil menemukan sejumlah dokumen pribadi penumpang serta bagian penting pesawat pada hari ketiga operasi, penyisiran intensif di jalur ekstrem antara puncak dan Pos 9 jalur pendakian membuahkan hasil penting, Senin (19/1/2026).

Tim berhasil mengamankan temuan yang diduga kuat milik para penumpang, termasuk dokumen pribadi, dompet, buku catatan, dan barang elektronik. Tidak hanya itu, bagian-bagian pesawat seperti pelampung (life vest) dan fire signal juga berhasil ditemukan di area sekitar bagian depan pesawat.

Baca Juga : Lengkap! Tim DVI Berhasil Identifikasi Seluruh Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Ini Datanya

"Temuan ini menjadi petunjuk krusial untuk mempersempit area pencarian dan menentukan strategi evakuasi selanjutnya," tegas Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar yang bertindak sebagai Koordinator Misi SAR.

Semua barang telah didata dan ditandai koordinatnya sesuai prosedur standar, kendati operasi di lapangan menghadapi tantangan berat. Medan yang curam dan berisiko tinggi memaksa tim menggunakan teknik khusus seperti rapling dan pembukaan jalur baru. "Ini membutuhkan waktu, ketelitian ekstra, dan koordinasi solid antar seluruh unsur," tambah Arif.

Dukungan dan apresiasi datang dari pimpinan tertinggi Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Ia menegaskan bahwa temuan ini membuktikan tim sudah berada sangat dekat dengan titik-titik vital kecelakaan, berkat kerja keras dan kolaborasi di lapangan.

Baca Juga : Tim SAR Temukan Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500, Total 10 Korban Ditemukan

Namun, Syafii mengingatkan bahwa hambatan operasi masih nyata. Kabut tebal, lereng terjal, dan perubahan cuaca mendadak terus memperlambat pergerakan tim darat dan membatasi visibilitas dari udara.

Meski demikian, komitmen untuk melanjutkan pencarian dengan prinsip keselamatan personel utama tetap tak tergoyahkan.

Basarnas mengimbau publik untuk tidak menyebarkan informasi spekulatif dan mempercayakan seluruh proses pencarian dan evakuasi kepada tim profesional di lapangan. Setiap perkembangan resmi akan terus disampaikan secara terbuka dan bertanggung jawab. (#)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar