PORTALMEDIA.ID - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa keterlibatan personel TNI dan Polri dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tidak terbatas pada tugas pengamanan.
Selain menjalankan fungsi perlindungan jemaah, aparat dari kedua institusi tersebut juga dilibatkan dalam sejumlah layanan non-keamanan.
Hal itu disampaikan Irfan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar personel TNI-Polri ditempatkan pada sektor linjam atau perlindungan jemaah, sebagian lainnya turut memperkuat layanan pendukung.
Baca Juga : Layani Lansia dan Perempuan, Alissa Wahid Minta Petugas Haji Ubah Cara Pandang
“Mayoritas memang bertugas di linjam, tetapi ada juga yang kami tempatkan di pos-pos lain, seperti pelayanan lansia dan pelayanan konsumsi. Jadi tidak hanya fokus pada aspek keamanan,” ujar Irfan.
Menurutnya, keterlibatan TNI-Polri di berbagai sektor layanan diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan haji secara menyeluruh.
“Kami ingin kehadiran teman-teman dari TNI dan Polri bisa terwakili di beberapa layanan, bukan hanya satu sektor saja,” tambahnya.
Baca Juga : Kemenhaj Perketat Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa Haji
Irfan juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah petugas haji dari unsur TNI-Polri pada tahun ini. Jika pada musim haji sebelumnya hanya berjumlah 75 orang, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 183 personel.
“Sekarang ada 183 orang dari TNI-Polri. Tahun lalu 75 orang, jadi kenaikannya lebih dari 100 persen. Saat ini mereka juga sedang mengikuti pelatihan di Asrama Haji bersama petugas lainnya,” jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa penambahan personel TNI-Polri merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga : Kampung Haji di Mekkah Ditargetkan Mulai Beroperasi 2028
Ia menegaskan bahwa setiap tahun unsur TNI-Polri selalu dilibatkan dalam penyelenggaraan haji, khususnya pada sektor perlindungan jemaah.
“Petugas dari TNI-Polri itu bagian dari linjam atau pengamanan. Sesuai arahan Presiden, jumlahnya akan kita tambah,” ujar Dahnil beberapa waktu lalu di Kompleks Istana Kepresidenan.
Dahnil menilai penambahan personel tersebut penting untuk memperkuat perlindungan jemaah di lapangan. Menurutnya, kehadiran aparat TNI dan Polri dinilai mampu mendukung pelayanan yang lebih optimal dan profesional selama pelaksanaan ibadah haji.
Baca Juga : Liga Muslim Dunia Dukung Indonesia Wujudkan Kampung Haji
“Supaya pelindungan jemaah bisa lebih baik. Petugas dari TNI dan Polri biasanya lebih siap dan prima, sehingga kualitas layanan di lapangan bisa meningkat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News