PORTALMEDIA.ID - Persoalan sampah nasional dinilai telah memasuki fase krisis. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Sugeng Suparwoto, menyebut lonjakan volume sampah yang terus terjadi setiap tahun menuntut penanganan yang lebih serius dan tidak bisa lagi diselesaikan dengan cara-cara konvensional.
Ia memaparkan, Indonesia saat ini menghasilkan sekitar 60 juta ton sampah per tahun. Sementara di DKI Jakarta saja, timbunan sampah mencapai kurang lebih 8.200 ton setiap hari. Angka tersebut, menurutnya, menjadi sinyal kuat bahwa persoalan sampah telah berada pada level yang mengkhawatirkan.
“Kita sudah sampai pada titik resah. Produksi sampah nasional mencapai 60 juta ton per tahun. Di Jakarta, setiap hari sekitar 8.200 ton. Ini bukan angka kecil dan tidak bisa dipandang enteng,” ujar Sugeng saat audiensi dengan BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama se-Indonesia dan Senat Mahasiswa PTKIN se-Indonesia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga : RUU BUMD Dinilai Mendesak, DPR Soroti Lemahnya Tata Kelola dan Profesionalisme di Daerah
Sugeng mengatakan, Komisi XII DPR RI terus melakukan pembahasan intensif bersama pemerintah guna mencari solusi yang lebih komprehensif.
Salah satu pendekatan yang dinilai memiliki prospek jangka panjang adalah pemanfaatan teknologi waste to energy, yakni pengolahan sampah menjadi sumber energi sebagai bagian dari transisi menuju energi baru dan terbarukan.
Namun demikian, ia menekankan bahwa pengembangan waste to energy tidak bisa dilepaskan dari perhitungan ekonomi yang matang. Skema pembiayaan harus dirancang secara realistis agar proyek dapat berjalan berkelanjutan dan tidak membebani pelaku usaha.
Baca Juga : Rapat dengan DPR, Kapolri Tegaskan Penolakan Polri di Bawah Kementerian
“Diskusi dengan pemerintah mengarah pada satu skema, yaitu menggabungkan harga energi listrik dengan tipping fee. Ini penting supaya pengelolaan sampah menjadi energi bisa berjalan sehat,” jelasnya.
Sugeng juga mengungkapkan bahwa DPR tidak hanya berhenti pada pembahasan di atas kertas. Komisi XII turut melakukan peninjauan langsung ke sejumlah daerah, termasuk ke Kota Solo, untuk mempelajari proyek waste to energy yang tidak berjalan optimal.
Dari hasil evaluasi tersebut, DPR memberikan sejumlah masukan, salah satunya terkait penetapan harga keekonomian.
Baca Juga : Peran OMSP Disebut Kunci Ciptakan Stabilitas dan Ketahanan Nasional
Menurut Sugeng, harga ideal pengolahan sampah menjadi energi berada di kisaran 20 sen dolar Amerika Serikat per kilowatt jam, yang sudah mencakup komponen tipping fee.
“Dengan perhitungan itu, operator bisa mendapatkan ekosistem usaha yang layak, sehingga proyeknya berkelanjutan dan tidak berhenti di tengah jalan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News