PORTALMEDIA.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Syarief Abdullah Alkadrie, menegaskan agar dana bantuan pendidikan dan beasiswa yang diterima mahasiswa tidak dipotong dalam bentuk apa pun.
Ia mengingatkan bahwa seluruh hak mahasiswa harus diterima secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku.
Penegasan tersebut disampaikan Syarief saat menghadiri penyerahan simbolis beasiswa Kartu Indonesia Pintar kepada 76 mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Direktorat Politeknik dan dihadiri pimpinan serta dosen, Jumat (23/1/2026).
Baca Juga : RUU BUMD Dinilai Mendesak, DPR Soroti Lemahnya Tata Kelola dan Profesionalisme di Daerah
Dalam sambutannya, Syarief menekankan bahwa beasiswa KIP diberikan untuk membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan biaya hidup dan pendidikan selama menempuh perkuliahan.
Oleh karena itu, ia meminta agar tidak ada pihak yang memanfaatkan program tersebut untuk kepentingan pribadi.
“Dana beasiswa ini harus diterima utuh oleh mahasiswa. Tidak boleh ada potongan sedikit pun. Saya juga menegaskan agar tidak ada oknum yang mengatasnamakan saya untuk meminta imbalan atau pungutan,” tegasnya.
Baca Juga : Rapat dengan DPR, Kapolri Tegaskan Penolakan Polri di Bawah Kementerian
Syarief juga mengingatkan bahwa praktik pemotongan dana bantuan merupakan pelanggaran hukum. Ia meminta mahasiswa agar berani menolak dan melaporkan apabila ada pihak yang meminta imbalan atau pungutan dalam bentuk apa pun terkait penyaluran beasiswa.
Beasiswa KIP yang diterima mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak tersebut sebesar Rp5.700.000 per semester, disertai pembebasan biaya SPP. Untuk program vokasi, bantuan ini diberikan hingga maksimal delapan semester bagi program D4 atau S1, serta enam semester bagi program D3.
Selain itu, Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI tersebut berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan bantuan secara optimal dengan fokus pada perkuliahan dan menyelesaikan studi tepat waktu.
Baca Juga : Peran OMSP Disebut Kunci Ciptakan Stabilitas dan Ketahanan Nasional
“Saya berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan kuliah sesuai masa studi, bukan sebaliknya,” ujarnya.
Melalui penegasan ini, Syarief berharap penyaluran bantuan pendidikan dapat berjalan transparan dan bebas dari praktik pungutan liar, sehingga tujuan mencerdaskan generasi muda dan meringankan beban mahasiswa dapat tercapai secara optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News