0%
Selasa, 27 September 2022 13:02

Bawaslu Minta Ada Pemantau Khusus Digitalisasi Data Pemilu dan Ujaran Kebencian di Medsos

Editor : Azis Kuba
Bawaslu Minta Ada Pemantau Khusus Digitalisasi Data Pemilu dan Ujaran Kebencian di Medsos
ist

Ujaran kebencian bisa jadi isu khusus yang dapat dijadikan kajian pemantauan dalam Pemilu 2024

PORTALMEDIA.ID -- Anggota Bawaslu Herwyn J. H. Malonda menilai, kajian Bawaslu dalam pelaksanaan pemantauan Pemilu 2024 dalam kondisi Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA) harus memiliki fokus ke salah satu hal tertentu. Misalnya pemantauan ujaran kebencian dalam media sosial.

"Ujaran kebencian bisa jadi isu khusus yang dapat dijadikan kajian pemantauan dalam Pemilu 2024," kata Herwyn saat membuka Diskusi Kelompok Terpumpun Kajian Pelaksanaan Pemantauan Pemilu 2024 dalam kondisi Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA), di Manado, Senin (26/9/2022).

Selain itu, kata Herwyn, ada juga isu digitalisasi data pemilu, tapi saat ini belum ada pemantau pemilu yang secara khusus memantau digitalisasi data kepemiluan. Padahal isu yang tidak benar kerap muncul saat jelang dan pemilu.

Baca Juga : KPU Temui Wali Kota Makassar Bahas Sinergi Program Pemutakhiran Data dan Pendidikan Pemilih

"Mungkin bisa dibahas juga, bagaimana pemantauan terkait digitalisasi data pemilu," tegasnya.

Menyikapi kondisi VUCA dalam Pemilu 2024, Anggota KPU Yulianto Sudrajat menegaskan, KPU memiliki beberapa isu strategis 2020-2024. Di antaranya, meningkatkan tata kelola manajemen KPU dan meningkatkan investasi aset teknologi.

"Kami (KPU) memiliki strategi dalam menghadapi pemilu dalam kondisi VUCA," terangnya.

Baca Juga : Total Pemilih Naik jadi 211,8 Juta Jiwa Hingga Akhir 2025

Agenda tersebut juga turut mengundang narasumber dari stakeholder terkait, diantaranya, ada: Jerry Sumampouw (TePI), Karel Nayoan (Akademisi), Nur Hidayat Sardini (Akademisi Universitas Diponegoro), August Mellaz (Anggota KPU RI), Panji Prasetyo (Tenaga Ahli DPR RI), dan Ferry Daud Liando (Akademisi Universitas Sam Ratulangi).

Adapun tujuan Puslitbangdiklat Bawaslu mengadakan DKT tersebut, karena saat ini, dunia sedang dihadapkan pada kondisi terjadi perubahan skala besar (volatility), kesulitan melakukan prediksi secara akurat (uncertainty), kerumitan tantangan akibat berbagai faktor yang saling terkait (complexity), dan ketidakjelasan suatu kejadian dengan mata rantai akibatnya (ambiguity) atau yang disebut sebagai kriteria VUCA.

Situasi lingkungan yang hadir serba tidak pasti, fluktuatif, kompleks, sulit diprediksi, dan kebenaran realitas bersifat subjektif. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pelaksanaan pemilu di era VUCA.

Baca Juga : PDPB Disorot, Bawaslu Minta KPU Sulsel Lebih Proaktif

"Bawaslu berupaya keras agar masyarakat dapat melakukan pengawasan partisipatif demi tercapainya pemilu yang berkualitas. Maka, atas dasar itulah Bawaslu perlu untuk menyelenggarakan forum diskusi," tandas Plt. Kapuslitbang Bawaslu Ibrahim Malik Tanjung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar