0%
Selasa, 03 Februari 2026 11:57

Tak Harus ke Gym, Aktivitas Ringan Ini Tetap Bermanfaat bagi Kesehatan

Editor : Kimel
Getty Images
Getty Images

Hal ini disampaikan Dr. Blodgett, peneliti senior di University College London, yang mempelajari dampak gerakan ringan hingga intens dalam aktivitas sehari-hari.

PORTALMEDIA.ID -- Tanpa disadari gerakan-gerakan kecil yang dilakukan sehari-hari ternyata memberi ampak besar bagi kesehatan tubuh.

Menjaga tubuh tetap aktif tidak selalu harus dilakukan lewat olahraga berat, atau keanggotaan gym yang mahal.

Kuncinya justru terletak pada keniasaan bergerak lebih sering dalam rutinitas harian. Semakin banyak tubuh bergerak, meski dalam durasi singkat, semakin baik pula untuk kesehatan.

Baca Juga : Hasil MCU Unhas Sehat, Puluhan Dosen Jalani Pemeriksaan Lanjutan

Peneliti di Institute of Sport, Exercise and Health at University College London, menekankan pentingnya mengubah pola pikir tentang aktivitas fisik.

Alih-alih terpaku pada olahraga intens selama satu jam, ia menyarankan untuk lebih fokus pada gerakan kecil yang dilakukan sepanjang hari.

Hal ini disampaikan Dr. Blodgett, peneliti senior di University College London, yang mempelajari dampak gerakan ringan hingga intens dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga : Lima Tahun Smoothie Theory: Sulap Bahan Alami Jadi Minuman Segar Kaya Manfaat

Menurutnya, latihan intens yang membuat jantung berdebar dan napas terengah memang bemanfaat, namun itu hanya satu bagian dari gambaran besar kesehatan fisik.

Berikut beberapa konsep penting yang disoroti.

1. Konsep "Camilan Olahraga" (VILPA)

VILPA (Virgorous Intermittent Lifestyle Physical Activity) adalah aktivitas fisik intens yang dilakukan secara singkat di sela-sela rutinitas harian. 

Contohnya sederhana, seperti naik tangga 2 lantai sebelum menggunakan lift, berjalan sangat cepat, atau mempercepat langkah di antara saat jalan santai.

Meski singkat, aktvitas ini terbukti menurunkan risiko penyakit jantung dan berkontribusi pada peningkatan haraoan hidup jika dilakukan secara konsisten.

2. Waspadai Fenomena "Active Couch Potato"

Banyak orang merasa sudah cukup aktif karena berolahraga di gym selama satu jam, tapi sisa waktunya dihabiskan dengan duduk diam. Fenomena ini oleh Dr. Blodgett disebut sebagai "active couch potato" atau "orang malas yang aktif".

Masalahnya, olahraga singkat tidak sepenuhnya dapat mengimbangi dampak negatif dari duduk terlalu lama. Terlalu banyak waktu diam tetap berisiko bagi kesehatan metabolik dan jantung.

Solusinya, biasakan berdiri atau bergerak setiap 15-30 menit, atau gunakan waktu istirahat untuk peregangan ringan.

3. Fokus Mengurangi Waktu Diam

Selama ini, panduan kesehatan sering menekankan durasi olahraga berat. Namun, Blodgett menyarankan untuk membalik sudut pandang: dari "berapa lama olahraga" menjadi "berapa lama tidak bergerak".

Jika seorang terjaga 16 jam sehari, idealnya setidaknya separuh waktu tersebut diisi dengan aktivitas bergerak, termasuk gerakan ringan. 

Aktivitas rumah tangga seperti merapikan rumah, mengangkat belanjaan, atau mengepel juga termasuk "olahraga tersembunyi" yang bermanfaat untuk melatih keseimbangan dan kekuatan otot, serta daya tahan tubuh.

Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari justru dapat memberi dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar