PORTALMEDIA.ID -- Baru-baru ini, sejumlah media internasional memberitakan kemungkinan Indonesia akan mengarahkan pasukan ke Jalur Gaza sebagai bagian dari rencana pasukan stabilitasi internasional.
Beberapa laporan, termasuk dari media Israel, menyebut Indonesia tengah menyiapkan hingga 8.000 prajurit untuk misi tersebut.
Namun, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan pengarahan pasukan.
Baca Juga : Vatikan dan Sejumlah Negara Tolak Gabung Board of Peace
Menurut Maruli,TNI memang sedang melakukan persiapan dan pelatihan sebagai langkah antisipatif. Meski begitu, rincian terkait jumlah personel, durasi penugasan, wilayah operasi, hingga mandat masih berada dalam tahap pembahasan dan negosiasi.
Wacana ini dikaitkan dengan rencana pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) yang berada di bawah kerangka Board of Peace (BoP).
Jika terealisasi, Indonesia disebut berpotensi menjadi negara pertama yang mengirimkan pasukannya.
Baca Juga : Muhammadiyah Kirim Surat ke Prabowo, Minta RI Tunda Status Anggota Board of Peace
Sebelumnya, media Israel juga melaporkan adanya perencanaan awal terakiat penempatan pasukan asing di wilayah Gaza selatan, termasuk area Rafah dan Khan Younis.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa belum ada pasukan yang dikerahkan ke Gaza. Seluruh persiapan yang dilakukan bersifat pencegahan dan hanya akan dilaksanakan apabila terdapat kesepakatan resmi.
Keputusan akhir keterlibatan Indonesia dalam misi tersebur masih menunggu kejelasan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), koordinasi dengan komunitas internasonal, serta keputusan politik pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News