JAKARTA, PORTALMEDIA – Pemerintah bergerak cepat mengamankan stabilitas nasional menjelang periode puncak konsumsi masyarakat.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan langsung kondisi ketahanan pangan nasional kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Laporan ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat di tengah persiapan menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Jaminan Stok Dua Bulan ke Depan
Usai bertemu Presiden, Mentan Amran menegaskan bahwa ketersediaan 12 bahan pangan pokok berada dalam posisi aman. Ia bahkan menyebut Indonesia saat ini berada dalam kondisi surplus untuk komoditas strategis.
"Yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden adalah kesiapan stok pangan menghadapi bulan suci Ramadan. Hasil pantauan kami, semua stok untuk dua bulan ke depan surplus, lebih dari cukup," ujar Amran kepada awak media di lingkungan Istana.
Baca Juga : Viral Minyakita 1 Liter Ditimbang Cuma 750 Ml, Mentan: Tutup-Cabut Izinnya
Beberapa komoditas yang disoroti dalam laporan tersebut meliputi beras, minyak goreng, bawang merah, hingga produk protein hewani. Capaian ini diklaim sebagai buah dari konsistensi program swasembada yang terus digenjot pemerintah sejak awal tahun.
Selaras dengan laporan Mentan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Maino Dwi Hartono, merinci kekuatan neraca pangan per Januari-Maret 2026.
Komoditas beras menjadi sorotan utama dengan total pasokan mencapai 22,2 juta ton. Angka ini berasal dari stok awal tahun sebesar 12,4 juta ton ditambah proyeksi produksi lokal sebesar 9,8 juta ton.
Baca Juga : Mentan Amran Serahkan Bantuan Pertanian Pasca Banjir di Sulsel
"Jumlah ini jauh melampaui total kebutuhan konsumsi nasional yang diprediksi sebesar 7,7 juta ton hingga akhir Maret mendatang," jelas Maino dalam keterangan resminya.
Tak hanya karbohidrat, pasokan protein masyarakat juga tercatat stabil:
* Daging Ayam Ras: Tersedia 1,6 juta ton, melebihi angka kebutuhan produksi hingga lebaran.
* Telur Ayam Ras: Stok diprediksi mencapai 1,9 juta ton, dengan sisa surplus di akhir Maret sebesar 305,8 ribu ton.
* Gula Konsumsi: Pasokan hingga Maret menyentuh 1,46 juta ton, sementara kebutuhan nasional hanya berkisar di angka 712,5 ribu ton.
Baca Juga : Mentan SYL Dikabarkan Jadi Tersangka Korupsi
Meski stok pangan melimpah, tantangan pemerintah di tahun 2026 masih menyisakan pekerjaan rumah di sektor riil.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sempat menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11% perlu dibarengi dengan kebijakan yang mampu menekan biaya usaha agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah ketersediaan barang yang melimpah.
menginstruksikan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi pangan diharapkan dapat mencegah adanya permainan harga oleh spekulan, sehingga surplus di gudang pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di pasar-pasar tradisional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News