PORTALMEDIA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa kebijakan pemangkasan anggaran yang diterapkannya telah berhasil menghemat fiskal negara hingga Rp308 triliun pada tahun pertama pemerintahannya. Optimisme ini disampaikan Presiden dalam pidatonya di acara Indonesia Economy Outlook di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).
“Kami bisa lakukan lebih besar lagi,” ujar Prabowo dengan nada tegas.
Pangkas Seremonial demi Rakyat
Baca Juga : Prabowo Dorong Percepatan Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
Presiden menjelaskan bahwa sebagian besar dana hasil penghematan tersebut dialokasikan untuk mendanai program prioritas, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Baginya, pengalokasian dana ke sektor konsumsi rakyat jauh lebih bijak daripada membiarkannya "bocor" untuk kegiatan birokrasi yang tidak produktif.
Beberapa poin efisiensi yang disoroti Presiden antara lain:
* Perjalanan dinas luar negeri yang berlebihan.
* Acara seremonial yang tidak mendesak.
* Rapat, seminar, dan diskusi yang bersifat repetitif.
Prabowo juga mengkritik kebiasaan pejabat yang terlalu banyak melakukan kajian atau analisis yang menghamburkan uang. "Desa memerlukan jembatan, buat. Rakyat lapar, cari pangan. Tidak perlu terlalu banyak analisis," cetusnya.
Bantahan Atas Pemborosan APBN
Baca Juga : Prabowo ke Cak Imin: PKB Harus Diawasi Terus
Menanggapi kritik yang menyebut program MBG membebani fiskal, Prabowo menegaskan bahwa pelaksanaan program tersebut tetap berada dalam koridor ekonomi yang aman. Saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Polsek Palmerah, ia memastikan postur APBN tetap stabil.
"APBN tidak keluar dari parameter yang ditetapkan. Defisit masih di bawah batas yang ditetapkan, yaitu 3 persen," tegas Prabowo.
Ia menambahkan bahwa anggapan program MBG sebagai pemborosan adalah keliru dan sering kali datang dari pihak-pihak yang skeptis tanpa melihat dampak nyata bagi masyarakat bawah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News