PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kurangnya stok vaksin meningitis yang menjadi syarat wajib ibadah umroh.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulsel, Erwan Tri Sulistyo.
"(Terkait Stok Vaksin Meningitis) Kita akan koordinasikan dengan Kementerian Kesehatan," ungkapnya ketika dihubungi Portal Media, Senin (26/9/2022).
Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026
Lanjutnya, koordinasi juga akan dilakukan kepada penyedia vaksin Meningitis seperti Biofarma.
"Terutama penyedia vaksinnya yang biasanya tentu dari Biofarma, atau juga dari penyedia-penyedia swasta," lanjutnya.
Solusi lain yang Erwan terangkan adalah menyetok vaksin meningitis dari provinsi lain atau dari pusat.
Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov
"Jadi kita dorong vaksin meningitis dari provinsi lainnya bisa masuk ke Sulsel atau memang kalau di pusat banyak bisa didorong ke Sulsel," bebernya.
Diberitakan sebelumnya, Erwan selaku Kabid P2P Dinkes Sulsel mengungkapkan bahwa stok vaksin meningitis untuk Sulsel sendiri berkurang. "Kalau berkurang iya," ujarnya.
Tambahnya, sebenernya menurut Erwan vaksin meningitis dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan tempat layanan swasta.
Baca Juga : Dinkes Sulsel Siagakan Tim Medis di Pos Terpadu Nataru 2025-2026
"Vaksin meningitis inikan teman-teman di kantor kesehatan pelabuhan yang melaksanakan untuk memberikan vaksinasi, juga ada swasta yang ditunjuk yang bisa memberikan layanan vaksinasi meningitis untuk umroh dan haji," jelas Erwan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News