PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sebuah potongan video pendek yang memperlihatkan keributan yang terjadi di ruang kelas SMA Negeri 2 Makassar menjadi viral di berbagai Media Sosial (Medsos). Sekilas dari video ini terlihat ada guru yang menganiaya murid.
Dalam video berdurasi 26 detik itu memperlihatkan sejumlah siswa dalam kelas terlibat aksi saling tarik baju. Terdengar pula sejumlah siswi yang berada dalam kelas dan luar kelas.
Tak lama seorang guru pria menggunakan pakaian kemeja putih berlari masuk ke dalam kelas dan diduga mengejar salah satu siswa.
Baca Juga : Cekcok Soal Aliran Air Berujung Penganiayaan di Bone, Kakak Tikam Adik dengan Badik
Setelah itu guru tersebut lantas menarik baju kedua siswa itu dan membawanya keluar kelas hingga diikuti beberapa siswa lainnya.
Belakangan diketahui, guru tersebut bukan melakukan penganiayaan tapi melerai sesama siswa yang berkelahi.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando K Sambolangi membantah perihal narasi viral yang menyatakan oknum guru tersebut melakukan penganiayaan.
Baca Juga : Ditegur Buang Sampah Sembarangan, Pria di Gowa Tega Aniaya Tetangga
"Sebenarnya tidak ada guru yang menganiaya cuman melerai ada satu dia tarik tapi bukan menganiaya," jelas Lando kepada wartawan, Selasa (27/9/2022) petang.
Kata Lando, peristiwa itu kini masih didalami oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Mamajang dan kedua siswa yang bertikai telah dipertemukan.
"Sementara diproses, polisi kasi ruang untuk berdamai, karena kasihan nanti kalau diproses kan masa depan, karena itu masalah diskriminasi senior kepada junior. Sudah ditangani Polsek Mamajang," ungkapnya.
Baca Juga : Diberi Tumpangan, Pria di Gowa Malah Aniaya Pemilik Salon Hingga Pingsan, Harta Benda Digasak
Dari informasi kata Lando, perkelahian antara sesama siswa ini terjadi lantaran salah satu murid kelas 11 tidak terima dengan sikap seniornya yang duduk dibangku kelas 12.
"Menurut keterangan sementara bahwa itu seniornya tidak berlaku adil kepada juniornya, akhirnya bermasalah dan berkelahi. Iya senior tidak adil memperlakukan menurut juniornya, tapi sebenarnya ini masalah internal mau didamaikan supaya tidak berlanjut," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News