0%
Sabtu, 28 Maret 2026 09:20

Runtuhkan Tradisi 165 Tahun, Uang Dolar AS Bakal Dibubuhi Tanda Tangan Donald Trump

Editor : Agung
Runtuhkan Tradisi 165 Tahun, Uang Dolar AS Bakal Dibubuhi Tanda Tangan Donald Trump
ist

Langkah tersebut menjadi momen pertama dalam sejarah Negeri Paman Sam di mana seorang presiden yang masih menjabat membubuhkan tanda tangannya langsung pada mata uang resmi negara.

PORTALMEDIA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) bersiap melakukan langkah bersejarah dengan mencetak uang kertas dolar yang memuat tanda tangan Presiden Donald Trump. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada musim panas tahun ini.

Langkah tersebut menjadi momen pertama dalam sejarah Negeri Paman Sam di mana seorang presiden yang masih menjabat membubuhkan tanda tangannya langsung pada mata uang resmi negara.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa kebijakan ini selaras dengan momentum peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Selain itu, hal ini dianggap sebagai representasi kondisi ekonomi nasional saat ini.

Baca Juga : Purbaya Soroti Lemahnya Hukum Internasional dalam Kasus Penangkapan Maduro

"Tidak ada cara yang lebih kuat untuk mengakui pencapaian bersejarah negara kita dan Presiden Donald J. Trump selain melalui uang dolar AS yang memuat namanya," ujar Bessent sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (27/3/2026).

Akhiri Tradisi Ratusan Tahun

Perubahan ini secara otomatis mengakhiri tradisi yang telah bertahan selama 165 tahun. Sejak pertama kali diterbitkan pada 1861, tanda tangan Bendahara AS selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari desain uang kertas.

Baca Juga : China Nilai Serangan AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional

Tanda tangan presiden nantinya akan menggantikan posisi tanda tangan pejabat yang selama ini lazim tercantum. Sebagai informasi, Bendahara AS terakhir yang membubuhkan tanda tangan pada uang kertas adalah Lynn Malerba di era Presiden Joe Biden.

Mulai Beredar Juni Mendatang

Proses pencetakan perdana dengan desain baru ini direncanakan mulai berjalan pada Juni mendatang. Pecahan US$100 akan menjadi yang pertama memuat tanda tangan Trump bersama Menteri Keuangan Scott Bessent, sebelum menyusul ke pecahan lainnya secara bertahap.

Baca Juga : Trump Putuskan Afrika Selatan Tak Masuk Daftar Undangan G20 di Miami

Meski terdapat perubahan pada elemen tanda tangan, desain utama uang kertas dolar dipastikan tidak mengalami perombakan signifikan.

Sesuai aturan hukum di AS, potret wajah pada uang kertas tetap mempertahankan tokoh-tokoh yang sudah wafat. Begitu pula dengan elemen ikonik seperti tulisan "In God We Trust" yang tetap dipertahankan.

Sejauh ini, pemerintah masih memproduksi uang kertas dengan tanda tangan pejabat lama, yakni Janet Yellen dan Lynn Malerba. Uang kertas dengan paraf Trump diperkirakan baru akan beredar luas di sistem perbankan beberapa minggu setelah proses cetak dimulai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar