MAKASSAR — Warga di sekitar Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Kecamatan Rappocini, Makassar digegerkan dengan penemuan sebuah granat tangan aktif pada Rabu (1/4/2026) pagi.
Benda berbahaya tersebut ditemukan di dalam tong sampah di area belakang kantor, memicu kepanikan di kalangan pegawai dan masyarakat sekitar.
Granat jenis “nanas” itu pertama kali ditemukan oleh seorang petugas kebersihan sekitar pukul 10.00 WITA.
Menyadari potensi bahaya, temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Tak lama berselang, Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Polda Sulawesi Selatan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Proses evakuasi berlangsung cepat guna menghindari risiko yang lebih besar.
Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sulsel, Kompol Mansur, mengungkapkan bahwa granat tersebut dipastikan masih aktif dan merupakan produksi pabrikan.
Hal ini menunjukkan bahwa benda tersebut memiliki daya ledak tinggi dan sangat berbahaya.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami langsung menurunkan personel Jibom untuk melakukan evakuasi. Granat tersebut kemudian kami disposal di lokasi aman, jauh dari permukiman warga,” jelas Mansur.
Proses pemusnahan dilakukan di daerah Tanjung untuk memastikan tidak ada risiko bagi masyarakat.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap asal-usul granat tersebut.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa kondisi granat yang masih terlihat baru menimbulkan pertanyaan serius terkait bagaimana benda berbahaya itu bisa berada di area publik.
Kasus ini menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan keselamatan banyak orang.
Polisi mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan dan tidak mencoba menyentuh atau memindahkannya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di lingkungan sekitar, terutama terhadap benda asing yang berpotensi membahayakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News