WASHINGTON, PORTALMEDIA.ID — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak ke titik kritis. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras dan mengancam akan "meratakan" Iran dalam waktu empat jam jika pemerintah Teheran tidak segera memenuhi tuntutan yang telah ditetapkan oleh Washington.
Ancaman mematikan ini dilontarkan seiring dengan makin menipisnya batas waktu ultimatum yang diberikan oleh pihak Gedung Putih.
Dilansir dari CNN, Selasa (7/4/2026), Trump dengan tegas memperingatkan bahwa armada militer Amerika Serikat kini sudah dalam kondisi siaga tempur penuh dan bersiap melancarkan serangan udara skala besar.
"Waktu mereka (Iran) hampir habis. Jika mereka tidak segera mematuhinya, kita akan meratakan mereka dalam waktu empat jam. Militer kita adalah yang terkuat di dunia dan kita tidak main-main dengan peringatan ini," tegas Trump.
Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum merilis secara publik rincian pasti mengenai poin-poin spesifik dari ultimatum tersebut. Namun, para pengamat militer dan intelijen internasional meyakini teguran keras dari Presiden AS ke-47 ini berkaitan erat dengan eskalasi program nuklir Teheran, serta aktivitas milisi proksi di Timur Tengah yang dianggap membahayakan aset dan sekutu AS di kawasan tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi atau respons langsung terkait ancaman empat jam dari Washington. Meski demikian, para petinggi militer Teheran dalam berbagai kesempatan sebelumnya selalu menegaskan bahwa negara mereka tidak akan pernah tunduk pada intimidasi dan siap memberikan serangan balasan yang sepadan terhadap segala bentuk agresi.
Situasi yang kian memanas ini memicu kepanikan dan kekhawatiran dari komunitas global. Dewan Keamanan PBB serta sejumlah pemimpin negara-negara Eropa mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan guna mencegah pecahnya perang terbuka yang bisa mengacaukan stabilitas keamanan dan ekonomi dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News