0%
Senin, 13 April 2026 09:48

Dituduh Nistakan Ajaran Kristen, Pihak JK Buka Suara: Jangan Salah Pahami Fakta Sejarah

Editor : Redaksi
Dituduh Nistakan Ajaran Kristen, Pihak JK Buka Suara: Jangan Salah Pahami Fakta Sejarah
ist

Laporan tersebut dipicu oleh ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu yang membahas sejarah konflik Poso dan Ambon. Husain menegaskan bahwa tuduhan tersebut muncul akibat potongan video yang viral di media sosial tanpa menyertakan konteks yang utuh.

MAKASSAR, PORTALMEDIA.ID  – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), melalui juru bicaranya, Husain Abdullah, membantah keras tudingan penistaan ajaran Kristen yang dilaporkan oleh DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan sejumlah organisasi lainnya.

Laporan tersebut dipicu oleh ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu yang membahas sejarah konflik Poso dan Ambon. Husain menegaskan bahwa tuduhan tersebut muncul akibat potongan video yang viral di media sosial tanpa menyertakan konteks yang utuh.


"Setelah ditelusuri, tuduhan itu merupakan hasil pemotongan konteks. Kami membantah dengan tegas tuduhan itu," ujar Husain dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/4) malam.

Meluruskan Fakta Sejarah

Baca Juga : Jelang Ramadhan, DMI Bantu Masjid dan Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara

Husain menjelaskan bahwa dalam pidatonya di Masjid Kampus UGM pada Kamis (5/3), JK justru menekankan bahwa tidak ada agama di dunia yang mengajarkan umatnya untuk saling membunuh.

Saat itu, JK sedang berbagi pengalaman pribadinya sebagai mediator yang mendamaikan konflik Poso dan Ambon di era transisi milenium.

Menurut Husain, JK menceritakan bagaimana ia harus meluruskan pemahaman keliru dari kedua belah pihak yang bertikai—baik kelompok Islam maupun Kristen—yang saat itu menggunakan jargon agama sebagai alasan pembenar kekerasan.

Baca Juga : Nusron Wahid Respons Tanah Jusuf Kalla Diserobot: Kami Sudah Bersurat ke Pengadilan Negeri


"JK meluruskan keyakinan kedua kelompok bahwa mereka telah bertindak keliru. Konflik susah dihentikan karena kedua belah pihak merasa sedang melakukan 'perang suci'," jelas Husain.

Ia menambahkan, penggunaan istilah 'mati syahid' atau klaim masuk surga saat membunuh lawan adalah fakta sejarah yang terjadi di lapangan pada masa itu, dan itulah yang justru dikritik oleh JK di hadapan para panglima perang saat perundingan damai.


Rekam Jejak Perdamaian

Baca Juga : Jusuf Kalla Tinjau Lahan 16 Hektare, Tegaskan Pembelian Sah dari Ahli Waris Raja Gowa

Husain mengingatkan publik bahwa JK adalah sosok di balik Perundingan Malino I (2001) untuk Poso dan Perundingan Malino II (2002)  untuk Ambon. Dalam mediasi tersebut, JK melibatkan tokoh lintas agama dan masyarakat untuk menghentikan pertumpahan darah yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan cinta kasih.


"Itulah kenapa Pak JK harus meluruskan pemahaman sesat mereka saat itu. Fakta sejarah ini dapat dikonfirmasi kepada tokoh-tokoh perundingan damai yang masih hidup," tegasnya.

 Reaksi GAMKI


Sebelumnya, DPP GAMKI bersama beberapa lembaga seperti Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) dan Asosiasi Pendeta Indonesia (API) melaporkan JK karena menilai pernyataannya menyakiti hati umat Kristen.

Baca Juga : Bakal Dieksekusi Kejagung, Silfester Klaim Telah Berdamai dengan Jusuf Kalla


Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Sinurat, menyatakan bahwa agama Kristen tidak pernah mengajarkan pembunuhan untuk masuk surga. Mereka mengecam keras pernyataan tersebut karena dianggap menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.


Konflik Poso (1998-2001) dan Ambon (1999-2002) sendiri merupakan lembaran kelam sejarah Indonesia yang berhasil diredam melalui dialog panjang yang dipimpin JK saat menjabat sebagai Menko Kesra di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer