0%
Sabtu, 25 April 2026 22:34

Dunia di Ambang Rekor Suhu Terpanas, El Nino 2026 Diprediksi Capai Level Ekstrem

Editor : Redaksi
Dunia di Ambang Rekor Suhu Terpanas, El Nino 2026 Diprediksi Capai Level Ekstrem
ist

Berdasarkan data suhu dari lima lembaga riset internasional dan analisis lingkungan dari Carbon Brief, suhu global diperkirakan akan terus melonjak sepanjang tahun. Bahkan, 2026 diprediksi kuat menjadi tahun terpanas kedua yang pernah tercatat.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Ancaman krisis iklim global kian nyata di tahun 2026. Sejumlah ilmuwan memprediksi fenomena El Nino tahun ini akan mencapai level ekstrem atau 'super', yang berpotensi menjadikan 2026 sebagai salah satu tahun terpanas dalam sejarah peradaban manusia.

Berdasarkan data suhu dari lima lembaga riset internasional dan analisis lingkungan dari Carbon Brief, suhu global diperkirakan akan terus melonjak sepanjang tahun. Bahkan, 2026 diprediksi kuat menjadi tahun terpanas kedua yang pernah tercatat.

Kondisi ini dipicu oleh musim gugur yang berpotensi membawa fenomena El Nino 'super'. Pemanasan suhu di Pasifik tropis ini bukan sekadar angka; pola cuaca global akan ikut bergeser dan memicu berbagai bencana alam mulai dari kekeringan ekstrem, banjir bandang, hingga gelombang panas laut (marine heatwaves).

Carbon Brief mencatat bahwa model iklim terbaru memberikan estimasi median kenaikan suhu hingga 2,2°C pada September mendatang. Jika tren ini berlanjut, ancaman El Nino 'super' benar-benar berada di depan mata.

Prediksi 2027 Bisa Lebih Parah

Pemanasan global ini diperkirakan tidak akan berhenti di akhir tahun. El Nino umumnya mencapai puncak kekuatan antara November hingga Januari.

"Jika terjadi El Nino 'super', maka kemungkinan besar tahun 2027 akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat sepanjang sejarah," tulis laporan Carbon Brief.

Situasi ini tentu menjadi peringatan serius bagi banyak negara, termasuk Indonesia, terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih di tengah ancaman kemarau panjang.

Loncatan Teknologi Prediksi Iklim

Selama ini, memprediksi kekuatan El Nino di awal tahun dianggap sebagai tantangan besar bagi para ilmuwan karena tingkat akurasi yang rendah. Namun, terobosan terbaru datang dari peneliti di Hawaii University.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Geophysical Research Letters, para peneliti mengklaim mampu memprediksi El Nino dan La Nina secara akurat hingga 15 bulan sebelumnya. Rahasianya terletak pada pengamatan mendalam terhadap suhu dan ketinggian permukaan laut.

"Kami menemukan bahwa alat ini dapat memprediksi El Nino dan La Nina dengan sangat baik, dengan akurasi yang berguna hingga sekitar 15 bulan ke depan," ujar Yuxin Wang, penulis utama studi tersebut.

Menurut Wang, perubahan permukaan laut mampu mengungkap penumpukan panas di Pasifik tropis. Dengan memasukkan data historis ke dalam model komputer, tim peneliti mendeteksi adanya anomali suhu yang akan memicu El Nino kuat di wilayah Pasifik timur Khatulistiwa menjelang akhir tahun ini.

Dunia kini bersiap menghadapi suhu yang diprediksi lebih hangat 2°C dari batas normal, sebuah sinyal merah bagi kelestarian lingkungan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer