0%
Selasa, 09 Juni 2026 18:50

Munafri Ajak RT/RW Pimpin Gerakan Pilah Sampah, Siapkan Insentif Rp100 Juta bagi Lingkungan Terbaik

Editor : Chale
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, berfoto bersama para Ketua RT/RW dan emak-emak kader lingkungan saat mensosialisasikan gerakan pilah sampah mandiri dan ketahanan pangan berbasis kemitraan lokal di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Selasa (9/6/2026).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, berfoto bersama para Ketua RT/RW dan emak-emak kader lingkungan saat mensosialisasikan gerakan pilah sampah mandiri dan ketahanan pangan berbasis kemitraan lokal di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Selasa (9/6/2026).

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyiapkan insentif senilai Rp100 juta bagi RT/RW terbaik yang sukses mengelola sampah dari rumah tangga dan urban farming.

MAKASSAR, portalmedia.id — Keberhasilan transformasi pengelolaan persampahan di Kota Makassar tidak hanya bertumpu pada pembenahan infrastruktur di hilir. Cetak biru pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan harus dimulai secara simultan dari hulu, yakni melalui pembudayaan pilah sampah berskala rumah tangga.

Pesan edukasi lingkungan tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menggelar pertemuan tatap muka dan serap aspirasi bersama para Ketua RT/RW serta tokoh masyarakat di Cluster Berlin Permai, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Selasa (9/6/2026). Pertemuan ini berlangsung hangat dan dikemas dalam jamuan makan siang sederhana usai dirinya meninjau progres fisik TPA Tamangapa.

Munafri memaparkan, peralihan sistem pemrosesan sampah dari metode konvensional terbuka (open dumping) menuju metode ramah lingkungan berlapis (sanitary landfill) secara mutlak menuntut perubahan radikal pada pola perilaku masyarakat dalam mengelola sisa produksi harian mereka.

Baca Juga : Melinda Aksa Perkuat Kiprah Makassar di Rakernas APEKSI Lewat Program Lingkungan dan Pemberdayaan

"Artinya tidak boleh lagi semua jenis sampah langsung dibuang begitu saja ke TPA. Siklusnya harus diselesaikan dari rumah tangga terlebih dahulu melalui pemilahan. Jadi, yang diangkut sampai ke TPA benar-benar hanya sampah residu yang sudah tidak bisa lagi termanfaatkan," tegas Munafri di hadapan warga Tamangapa.

Dorong Aktivasi Bank Sampah dan Ketahanan Pangan Urban Farming

Guna mengonversi komitmen tersebut ke dalam aksi nyata, pria yang akrab disapa Appi ini mendorong setiap rukun tetangga (RT) untuk segera membentuk dan mengaktifkan kembali Bank Sampah Unit (BSU). Kehadiran BSU dinilai efektif menjadi posko utama pemilahan sampah anorganik ekonomis, seperti botol dan wadah plastik yang memiliki nilai jual pasar.

Baca Juga : Rakernas APEKSI 2026 Hasilkan Rekomendasi Strategis, Wali Kota Makassar: Jadi Bahan Pertimbangan Kebijakan Nasional

Tidak hanya sebatas mereduksi sampah plastik, Wali Kota Makassar juga mengajak kelompok dasawisma dan warga memaksimalkan pemanfaatan lahan-lahan kosong di sekitar pekarangan menjadi area urban farming (pertanian perkotaan). Warga didorong memanfaatkannya untuk budidaya ikan air tawar, penanaman sayur pangan, peternakan skala mikro, hingga pengolahan pupuk kompos mandiri.

"Sampah sisa dapur atau organik bisa diolah menggunakan metode sederhana menjadi kompos. Pupuk organik ini yang kemudian dipakai gratis untuk menyuburkan tanaman produktif di lingkungan warga sendiri. Konsep sirkular ekonomi ini memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi volume buangan ke TPA," urai Appi.

Siapkan Stimulus Rp100 Juta pada Momentum Hari Jadi Kota

Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa Kompak Ikuti Rangkaian Agenda Rakernas APEKSI di Medan

Sebagai bentuk keseriusan dan stimulus motivasi bagi aparatur akar rumput, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menyiapkan hadiah insentif finansial senilai Rp100 juta bagi lingkungan RT/RW yang dinilai paling konsisten dan inovatif dalam menerapkan program penataan lingkungan mandiri ini.

"Saya pastikan untuk RT yang keluar sebagai pemenang terbaik, tidak akan kurang dari Rp100 juta hadiahnya. Penghargaan ini akan kita serahkan langsung pada momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke depan," janji Wali Kota disambut tepuk tangan riuh warga. Dana stimulus tersebut nantinya diproyeksikan sebagai modal pengembangan fasilitas umum serta program pemberdayaan masyarakat lokal.

Guna memastikan program ini berjalan terarah dan tidak sekadar menjadi gerakan seremonial, Pemkot Makassar dalam waktu dekat akan menurunkan tim pendampingan lintas sektor secara masif.

Baca Juga : Pendekatan Humanis Berhasil, Pedagang Bongkar Mandiri Lapak Pasar Tumpah Jalan AMD Setelah 20 Tahun

Edukasi lapangan akan melibatkan kolaborasi dari jajaran dinas teknis, komunitas pegiat lingkungan, kalangan akademisi perkotaan, hingga sektor swasta guna membekali warga dengan keterampilan tata kelola komoditas sampah, teknik urban farming, hingga formulasi cairan pembersih multiguna berbasis eco-enzyme. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar

Populer