MAKASSAR, portalmedia.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor kelangkaan historis pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Setelah terpukul mundur sejak pekan lalu, indeks saham domestik melesat tajam 7,57% atau naik 404,51 poin ke level 5.746,65.
Lonjakan luar biasa ini mencatatkan kenaikan harian tertinggi di era reformasi, sekaligus membalikkan sentimen negatif setelah bursa regional Asia sempat rontok pada hari sebelumnya.
Kinerja impresif bursa domestik ini ditopang oleh nilai transaksi yang fantastis mencapai Rp27,77 triliun, dengan volume perdagangan melibatkan 44,70 miliar saham. Kapitalisasi pasar bursa Indonesia pun terkerek naik ke posisi Rp10.120 triliun.
Baca Juga : Pertamax Naik Imbas Tensi AS-Iran, IHSG Justru Sukses Lolos dari Zona Merah pagi Ini
Respons Investor Terhadap Wacana Buyback Saham
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa salah satu magnet utama yang memicu kepakan sayap IHSG adalah langkah cepat otoritas pasar modal dalam menjawab kecemasan pasar. Investor merespons positif adanya kelonggaran aturan buyback saham korporasi.
"Hari ini alhamdulillah rebound. Investor merespons positif upaya untuk buyback saham tanpa RUPS yang sudah mulai diwacanakan. Mari sama-sama menjaga momentum agar pasar kita kembali pulih," ungkap perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut di Gedung Dhanapala Kemenkeu.
Baca Juga : Dasco Tegaskan Tak Ada Wacana Presiden Dipilih MPR
Kiki menambahkan, kejatuhan IHSG sebesar 4,52% pada hari Senin sebelumnya murni mengekor kepanikan global. Saat itu, bursa Kospi Korea Selatan bahkan sampai mengalami pembekuan perdagangan (trading halt) karena anjlok hingga 8,5%.
Pertemuan Darurat Parlemen dan Emiten Big Caps
Selain faktor OJK, daya dorong indeks juga datang dari Gedung Parlemen. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menggelar pertemuan koordinasi strategis bersama Himbara, Perbanas, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga COO Danantara Dony Oskaria di Kompleks Senayan.
Baca Juga : Modus Asmara Palsu Makan Korban, OJK Ungkap Kerugian Love Scam Rp49,19 Miliar
Pertemuan tersebut memberikan sinyal kuat bahwa kondisi internal perbankan nasional dalam keadaan yang sangat sehat, aman, dan prospektif. Hasilnya, saham-saham berkapitalisasi besar (big caps blue chip) langsung diburu investor.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyumbang 29,79 indeks poin, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) +28,10 poin, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) +25,06 poin, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) +24,25 poin. Khusus TLKM, daya tarik bertambah pasca pengumuman pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan yield mencapai 9% atau setara Rp221 per saham.
Anomali Langka: IHSG Menghijau di Tengah Kenaikan BI Rate dan Pertamax
Baca Juga : OJK Siapkan Jurus Dorong Pertumbuhan Kredit di Tahun 2026
Uniknya, lompatan IHSG ini terjadi di tengah keputusan krusial Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 5,50% pada Rapat Dewan Gubernur Mingguan. Kenaikan bunga acuan ini langsung direspons positif oleh mata uang Garuda yang menguat 0,66% ke level Rp18.050 per dolar AS.
Di saat bersamaan, PT Pertamina juga resmi mengumumkan kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Kombinasi meroketnya pasar saham di tengah pengetatan moneter dan kenaikan komoditas energi dalam negeri ini menorehkan catatan rekor langka yang menunjukkan kuatnya daya tahan pasar modal Indonesia dari tekanan geopolitik global (red).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News