0%
Kamis, 02 April 2026 13:42

Kantongi Legitimasi Publik 84 Persen, Pemkot Makassar Percepat Realisasi PSN PSEL di Kawasan TPA

Editor : Chale
Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia (PPI), Ras Md, saat memaparkan hasil survei preferensi publik yang menunjukkan 84 persen warga menyetujui percepatan proyek PSEL bertempat di kawasan TPA Tamangapa Antang, Kamis (2/4/2026).
Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia (PPI), Ras Md, saat memaparkan hasil survei preferensi publik yang menunjukkan 84 persen warga menyetujui percepatan proyek PSEL bertempat di kawasan TPA Tamangapa Antang, Kamis (2/4/2026).

Hasil survei PPI ungkap 84% warga setuju proyek PSEL Makassar berlanjut. Wali Kota Munafri Arifuddin tegaskan lokasi TPA Antang paling efisien anggaran.

MAKASSAR, portalmedia.id — Dukungan publik terhadap langkah Pemerintah Kota Makassar dalam membenahi sistem pengelolaan sampah perkotaan kian menguat. Upaya menghadirkan solusi modern melalui pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dinilai sebagai terobosan strategis yang tidak hanya menjawab persoalan kedaruratan lingkungan, tetapi juga membuka potensi kemandirian energi baru bagi kota.

Penguatan dukungan ini sejalan dengan langkah Pemkot Makassar yang gencar menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat terkait penentuan lokasi proyek. Rencana pemusatan fasilitas ini bahkan mendapatkan legitimasi kuat dari hasil riset terbaru yang dirilis oleh lembaga survei nasional.

Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia (PPI), Ras Md, mengungkapkan bahwa mayoritas warga Kota Makassar menunjukkan dukungan mutlak terhadap kelanjutan proyek strategis nasional tersebut. Pembangunan PSEL dinilai menjadi solusi konkret jangka panjang dalam mengurai benang kusut penumpukan sampah di perkotaan.

Baca Juga : Setelah Bertahun-tahun Diisi Plt, Munafri Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif se-Kota Makassar

"Sebanyak 84 persen masyarakat menyatakan setuju agar proyek PSEL dilanjutkan atau dituntaskan. Sementara hanya 3,8 persen yang tidak setuju, dan sisanya tidak memberikan jawaban," ungkap Ras Md saat memaparkan hasil surveinya kepada awak media, Kamis (2/4/2026).

TPA Tamangapa Jadi Pilihan Utama Warga

Lebih jauh, survei PPI tersebut juga memetakan preferensi dan kecenderungan masyarakat terkait lokalisasi pembangunan infrastruktur PSEL. Hasilnya, sebanyak 43,3 persen responden secara tegas memilih kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang, Kecamatan Manggala, sebagai lokasi yang paling ideal dan tepat.

Baca Juga : BPS Mulai Pendataan Door to Door, Wali Kota Makassar Jadi Responden Pertama

"Sementara itu, 27,3 persen responden menginginkan proyek tetap berada di lokasi sebelumnya di Tamalanrea, 6,0 persen memilih lokasi alternatif lainnya, dan 23,3 persen responden tidak mengetahui atau tidak memberikan jawaban," papar Ras Md merincikan data serapan lapangan.

Riset PPI ini sendiri menggunakan metode multi-stage random sampling dengan melibatkan 600 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh wilayah Kota Makassar. Pengumpulan data komprehensif dilakukan pada Februari 2026, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen serta margin of error tercatat sebesar ±4,08 persen.

Munafri Tegaskan TPA Antang Paling Efisien Tekan APBD

Baca Juga : Tak Kenal Libur, BPBD Makassar Bersihkan Tumpukan Sampah di Kanal Kandea

Di sisi lain, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk mendorong percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) PSEL ini di kawasan TPA Tamangapa Antang. Penegasan tersebut diutarakan Munafri usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang membahas perkembangan serta roadmap PSEL di tanah air.

Munafri yang akrab disapa Appi ini menjelaskan, menempatkan proyek PSEL langsung di dalam klaster TPA eksisting merupakan pilihan yang paling rasional dan efisien secara fiskal. Selain meniadakan urgensi proses pemindahan tumpukan sampah ke zonasi baru, langkah ini secara otomatis mampu menekan pembengkakan biaya operasional daerah.

"Kalau kita bangun di lokasi baru, tentu membutuhkan biaya tambahan, terutama untuk transportasi sampah. Sementara kalau di TPA, jaraknya dekat, sehingga biaya pengangkutan bisa lebih efisien dan terkontrol," urai politisi Golkar tersebut.

Baca Juga : Muharram Expo 1448 H Meriah, Wali Kota Makassar Puji Kemandirian Fasilitas Warga BTP

Dari dimensi sosial, Appi menilai kawasan TPA Antang jauh lebih minim risiko penolakan lantaran wilayah tersebut secara historis memang telah lama difungsikan sebagai pusat pembuangan akhir. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa PSEL bukanlah satu-satunya obat tunggal penanganan sampah, melainkan stimulus teknologi yang berkontribusi menyerap sekitar 14 hingga 15 persen dari total volume sampah kota.

Terkait aspek teknis pemanfaatan uap energi yang membutuhkan pasokan air konstan, Munafri memastikan TPA Tamangapa sangat mumpuni berkat kedekatan geografis dengan sumber air alami. "Di belakang itu ada Sungai Kajenjeng, jaraknya kurang lebih sekitar satu kilometer. Jadi secara teknis masih sangat memungkinkan," urainya optimis.

Melalui pendekatan sistematis yang mengacu pada prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), proyek ini ditargetkan mampu memulihkan kualitas lingkungan makro Makassar dari dampak pencemaran udara, tanah, dan air, sekaligus menstimulus sirkular ekonomi baru lewat produksi daur ulang bernilai tinggi (red).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar