0%
Sabtu, 04 April 2026 15:03

Wali Kota Makassar Tekankan Toleransi sebagai Kekuatan Pembangunan di Dharma Santi Nyepi

Editor : Chale
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memberikan sambutan resmi mengenai penguatan nilai inklusivitas dan rencana pembentukan Kampung Toleransi pada acara Dharma Santi Perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Hotel Harper Makassar, Jumat malam (3/4/2026).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memberikan sambutan resmi mengenai penguatan nilai inklusivitas dan rencana pembentukan Kampung Toleransi pada acara Dharma Santi Perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Hotel Harper Makassar, Jumat malam (3/4/2026).

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri Dharma Santi Nyepi 2026 di Hotel Harper. Ia menekankan toleransi sebagai modal investasi & gagas Kampung Toleransi.

MAKASSAR, portalmedia.id — Pemerintah Kota Makassar terus mempertegas komitmennya sebagai kota yang inklusif dan ramah terhadap keberagaman. Langkah ini ditegaskan kembali oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri malam Dharma Santi Perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 Masehi yang berlangsung khidmat di Hotel Harper Makassar, Jumat malam (3/4/2026).

Agenda religius dan kultural ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, serta Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama jajaran unsur Forkopimda Sulawesi Selatan.

Dalam orasi sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Appi ini menguraikan bahwa rangkaian perayaan besar keagamaan yang bergulir kondusif di Makassar—mulai dari Natal, Cap Go Meh, Idulfitri, hingga Hari Raya Nyepi—merupakan potret nyata kuatnya akar toleransi di tengah masyarakat.

Baca Juga : BPBD Makassar Gandeng 23 Kampus, Siapkan 23.000 Mahasiswa Tangguh Bencana

“Ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar adalah kota yang sangat inklusif, sangat mengedepankan toleransi dan hidup berdampingan secara damai,” ungkap Munafri di hadapan pemuka umat Hindu dan tamu undangan.

Bagi Munafri, kemajemukan latar belakang sosial dan keyakinan di Makassar bukanlah sebuah sekat pemisah, melainkan pilar kekuatan utama untuk mengakselerasi roda pembangunan daerah. Ia menganalogikan keharmonisan keberagaman tersebut layaknya perpaduan spektrum warna yang saling melengkapi.

“Kalau hanya satu warna, tidak akan indah dipandang. Tapi ketika beragam, justru menjadi lebih indah. Begitu juga dengan keberagaman kita,” tutur figur berlatar pengusaha tersebut.

Baca Juga : HUT Dekranas 2026 Sukses Digelar di Makassar, Mendagri Apresiasi Dukungan Wali Kota Munafri

Secara khusus, Appi melayangkan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat Hindu di Makassar yang dinilai konsisten merawat harmoni sosial lewat pelaksanaan tradisi keagamaan yang sarat nilai estetika budaya. Ia bahkan mengakui keindahan penataan ornamen serta properti khas Hindu Bali yang menghiasi jalannya upacara Nyepi malam itu.

Korelasi Toleransi terhadap Iklim Investasi dan Inisiasi "Kampung Toleransi"

Lebih jauh, Wali Kota Makassar menjelaskan bahwa stabilitas keamanan dan kedamaian sosial yang bersumber dari sikap toleran berbanding lurus dengan daya tarik ekonomi daerah. Di era keterbukaan informasi global saat ini, citra kota yang kondusif menjadi variabel krusial yang dipertimbangkan oleh para pemilik modal sebelum menanamkan investasi.

Baca Juga : Rakernas APEKSI 2026 Hasilkan Rekomendasi Strategis, Wali Kota Makassar: Jadi Bahan Pertimbangan Kebijakan Nasional

“Kadang-kadang banyak sekali hal-hal yang sebenarnya dianggap kecil, tapi tanpa disadari mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap iklim investasi di Kota Makassar,” jelas Appi menjabarkan dampak makro dari kerukunan beragama.

Sebagai pengejawantahan dari komitmen merawat kebinekaan secara terstruktur, Appi mengumumkan rencana Pemkot Makassar untuk meluncurkan program "Kampung Toleransi" percontohan. Agenda strategis ini digarap lewat kolaborasi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar, dengan memproyeksikan sebuah kawasan khusus yang merepresentasikan keberadaan berbagai rumah ibadah dalam satu wilayah koordinasi yang harmonis.

Gayung bersambut, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Makassar, Dewa Nyoman Mahendrajaya, menerangkan bahwa perayaan Tahun Baru Saka senantiasa membawa esensi spiritual yang kuat melalui implementasi Catur Brata Penyepian sebagai momentum introspeksi diri.

Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa Kompak Ikuti Rangkaian Agenda Rakernas APEKSI di Medan

Di hadapan Wali Kota dan jajaran Forkopimda, Dewa Nyoman menegaskan kebulatan tekad umat Hindu Makassar untuk selalu andil dan siap berdiri di garda terdepan guna mendukung penuh seluruh program kesejahteraan masyarakat serta pembangunan kota yang dicanangkan pemerintah (red).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar

Populer