0%
Kamis, 09 April 2026 17:30

Munafri Siapkan Konsep Baru, Pasar Sentral Makassar Ditarget Kembali Jadi Pusat Ekonomi Rakyat

Editor : Chale
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (tengah, berkemeja batik), saat memimpin langsung peninjauan kondisi ruang dan fasilitas gedung New Makassar Mall (Pasar Sentral), Kamis (9/4/2026). Wali Kota menginstruksikan PD Pasar dan jajaran SKPD terkait untuk segera merumuskan konsep revitalisasi total guna membangkitkan kembali pasar legendaris tersebut sebagai sentra UMKM modern.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (tengah, berkemeja batik), saat memimpin langsung peninjauan kondisi ruang dan fasilitas gedung New Makassar Mall (Pasar Sentral), Kamis (9/4/2026). Wali Kota menginstruksikan PD Pasar dan jajaran SKPD terkait untuk segera merumuskan konsep revitalisasi total guna membangkitkan kembali pasar legendaris tersebut sebagai sentra UMKM modern.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau New Makassar Mall (Pasar Sentral). Pemkot menyiapkan konsep revitalisasi total dan optimalisasi gedung untuk sentra UMKM.

MAKASSAR, portalmedia.id — Langkah taktis guna menggairahkan kembali denyut nadi perdagangan di pusat perbelanjaan legendaris terus dimatangkan oleh jajaran Pemerintah Kota Makassar. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan peninjauan langsung secara menyeluruh ke kawasan New Makassar Mall, atau yang akrab melekat di benak kolektif masyarakat sebagai Pasar Sentral, Kamis (9/4/2026).

Kunjungan lapangan ini dirancang khusus sebagai bagian dari akselerasi perumusan kebijakan strategis Pemkot Makassar dalam mengaktivasi kembali pamor pasar induk tertua tersebut. Peninjauan ini tidak sekadar membidik potret fisik infrastruktur bangunan gedung semata, melainkan menjadi momentum krusial untuk mengonsep skema tata ruang baru yang berorientasi pada pemulihan roda ekonomi kerakyatan serta proteksi kesejahteraan para pedagang.

Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk memulihkan kejayaan New Makassar Mall agar posisinya dapat kembali tegak sebagai episentrum pergerakan ekonomi rakyat di Kota Daeng. Munafri mengingatkan bahwa pada masa keemasannya, Pasar Sentral merupakan roda penggerak sekaligus simbol kemandirian ekonomi makro di Makassar, di mana hampir seluruh akses transaksi dan rantai pasok niaga masyarakat bertumpu di tempat ini.

Baca Juga : Dukung Penataan Kota, Koalisi Partai Non-Parlemen Siap Jadi Mitra Pemkot Makassar

"Hari ini saya meninjau langsung melihat kondisi yang dulu kita sebut Pasar Sentral. Ini dulu adalah ikon pergerakan ekonomi kerakyatan yang ada di Kota Makassar. Seluruh akses ekonomi masyarakat pernah bertumpu di tempat ini," ujar Munafri di sela-sela peninjauannya.

Dalam inspeksi mendalam tersebut, Wali Kota didampingi oleh barisan pimpinan instansi strategis, mulai dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika beserta jajaran, Kepala Bidang terkait, Kepala Bagian Protokol, hingga jajaran direksi teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Penataan Ruang, Dinas Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta jajaran Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya. Kehadiran tim lintas sektoral ini mempertegas keseriusan Pemkot Makassar dalam menyusun draf solusi terintegrasi, yang merangkum aspek kelaikan teknis bangunan, penataan zonasi ruang, kepastian regulasi aset, hingga manajemen operasional pasar.

Optimalisasi 'Rooftop' hingga Lantai Kosong dengan Sistem Modern

Baca Juga : Perkuat Fungsi Sosial-Keagamaan, Pemkot Makassar Lantik 153 Imam Kelurahan

Dalam kunjungan tersebut, pria yang akrab disapa Appi ini menyusuri jengkal demi jengkal ruangan gedung, bahkan hingga naik memantau area lantai tujuh atau bagian rooftop gedung New Makassar Mall. Dari hasil penyusuran tersebut, Appi mendapati fakta bahwa sebagian besar space lantai di dalam struktur bangunan megah itu justru belum terberdayakan secara optimal.

Denyut transaksi perdagangan saat ini terpantau hanya menumpuk dan berjubel di area basement, lantai dasar, serta lantai satu saja. Sementara itu, klaster lantai di level atasnya tampak lengang, kosong, dan tidak berfungsi secara maksimal. Anomali pemanfaatan ruang ini menjadi atensi serius bagi Pemkot, mengingat besarnya potensi ekonomi historis yang dimiliki oleh Pasar Sentral.

Berkaca pada realitas objektif di lapangan, Appi menekankan pentingnya melahirkan cetak biru baru yang tidak sekadar berfokus pada perbaikan fisik luar, melainkan menyentuh akar manajemen distribusi stan pedagang, kenyamanan sirkulasi konsumen, hingga keberlanjutan ekosistem usaha internal.

Baca Juga : Jamin Hak Keperdataan, Sidang Terpadu Perwalian Anak Panti Asuhan Digelar Agustus Mendatang

"Dari hasil pemantauan ini akan menjadi bahan rumusan bagi kami untuk memastikan bahwa seluruh ruang kosong yang tersedia dapat dihidupkan kembali secara bertahap. Target kita, Pasar Sentral harus kembali menjadi pusat perdagangan yang ramai pengunjung, tertata rapi, dan memiliki daya saing kompetitif," urai Appi.

Dirinya pun tidak menampik bahwa lansekap perdagangan modern saat ini telah bergeser drastis dari sisi pola transaksi maupun perilaku konsumen. Oleh sebab itu, formula pendekatan pengelolaan yang akan diaplikasikan wajib adaptif dan relevan dengan tuntutan zaman.

"Kita membaca apa yang terjadi hari ini untuk merumuskan bagaimana mengaktivasi kembali wilayah ini agar bisa kembali menjadi sentra ekonomi rakyat di Kota Makassar. Tentu dengan pendekatan zaman yang berbeda dan implementasi sistem pengelolaan yang juga baru," terangnya.

Baca Juga : Momen Berkesan IGS 2026, Delegasi Internasional Nikmati Sunset dan Kuliner Khas di Atas Kapal Pinisi

Kedepankan Prinsip Gotong Royong dan Target Sentra UMKM Terpadu

Lewat intervensi kebijakan ini, jajaran pemerintah kota di bawah kepemimpinan Munafri berjanji untuk mengembalikan esensi dasar Pasar Sentral sebagai ruang publik yang modern, tertib, dan mampu mendongkrak derajat kesejahteraan para pelaku usaha kecil. Langkah awal yang ditempuh adalah melakukan audit kondisi eksisting secara menyeluruh, yang kemudian didiskusikan bersama seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) agar melahirkan mufakat.

"Maka dari itu, saya mengajak rekan-rekan di PD Pasar serta jajaran SKPD terkait untuk bersama-sama melihat kondisinya di lapangan, lalu kita diskusikan bersama agar terbangun sebuah konsep pengelolaan yang baru," ajak Appi.

Baca Juga : Incar Kerja Sama Internasional, Pemkot Makassar Tawarkan Pengembangan Stadion Untia di Forum Bisnis IGS 2026

Bagi Munafri, prinsip fundamental dari proyek revitalisasi Pasar Sentral ke depan adalah mengunci status bahwa pasar tersebut mutlak milik rakyat dan harus berputar untuk kemaslahatan warga. Margin keuntungan ekonomi dari tiap transaksi yang terjadi harus dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Di sisi lain, ia menggarisbawahi bahwa ritme pembangunan kota metropolitan tidak akan menyentuh hasil paripurna jika berjalan sendiri-sendiri secara parsial tanpa sinergi.

"Makassar ini tidak akan selesai masalahnya kalau kita jalan sendiri-sendiri. Harus dibangun jembatan kolaborasi, kerja sama, dan sinergi yang kokoh untuk menggaransi bahwa seluruh muara dari kegiatan pemerintah bertujuan agar masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal," imbuhnya.

Revitalisasi New Makassar Mall dinilai sebagai alternatif instrumen paling seksi untuk membangkitkan gairah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Konsep yang tengah digodok Pemkot akan mengarah kuat pada penegasan fungsi pasar sebagai sentra UMKM terpadu yang modern dan terintegrasi. Bahkan, Pemkot berencana melakukan studi komparatif untuk mempelajari pemodelan manajemen pasar tradisional-modern sukses dari wilayah luar sebagai komparasi referensi.

"Ada berbagai alternatif skema strategis yang akan kita eksekusi. Mungkin dalam pekan depan kami bersama jajaran PD Pasar, instansi teknis terkait, serta pihak pengelola gedung akan meninjau contoh konsep pasar yang ideal untuk kita replikasi di sini," tuturnya.

Appi membidik Pasar Sentral sebagai wadah niaga yang representatif, inklusif, dan setara agar ekosistem ekonomi baru dapat tumbuh subur. Ia menekankan, penetrasi pedagang ke lantai-lantai atas wajib dilakukan secara masif untuk memicu efek kerumunan belanja (crowd) yang merata.

Tak kalah penting, sektor pariwisata daerah diyakini akan ikut terkerek naik seiring dengan rapinya kawasan Pasar Sentral. Estetika pasar tradisional yang bersih berpotensi menjadi magnet wisata belanja khas bagi para pelancong luar. Guna meminimalisir gesekan, Appi menjamin seluruh tahapan penataan akan melalui meja diskusi bersama perwakilan pedagang dan pengelola agar tidak ada pihak yang dirugikan.

"Intinya, sektor UMKM lokal yang akan kita gerakkan sebagai motor utamanya. Kita mulai penetrasi dari titik itu, dan draf konsep detailnya akan segera kita rilis dan sampaikan secara transparan kepada publik dalam waktu dekat," pungkas Munafri Arifuddin. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar